Korupsi dana operasional kapal puskesmas keliling

Mantan Kadinkes Anambas divonis 20 bulan penjara

Yuri Destarius (kiri), Syarifuddin (tengah), dan Said Mohammad Damrie usai divonis majelis hakim Pengadilan Tipikor Tanjungpinang, Selasa (28/2/2017). Yuri Destarius (kiri), Syarifuddin (tengah), dan Said Mohammad Damrie usai divonis majelis hakim Pengadilan Tipikor Tanjungpinang, Selasa (28/2/2017).

TANJUNGPINANG (KP): Said Mohammad Damrie (55) dihukum hakim selama satu tahun dan delapan bulan penjara. Mantan kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Anambas ini terbukti melakukan tindak pidana korupsi dalam pengadaan Bahan Bakar Minyak (BBM), suku cadang, dan jasa service sejumlah kapal puskesmas keliling (puskel) pada 2013 lalu.

Dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Tanjungpinang, Selasa (28/2/2017), dua mantan bawahan Said Damrie ikut dihukum. Dua orang ini disidang terpisah. Keduanya adalah Yuri Destarius (saat itu menjabat sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan), dan Syarifuddin (Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan untuk kegiatan pergantian suku cadang kapal puskel).

Yuri disidang pertama kali. Ketua Majelis Hakim Santonius Tambunan memaparkan perbuatannya.

Fakta persidangan, Yuri terbukti membuat surat pertanggungjawaban fiktif dalam pengadaan kebutuhan operasional kapal puskel. Saat masih menjabat sebagai PPTK, uang negara yang dikorupsi Yuri sekitar Rp851.280.672,73. Perbuatan Yuri terbukti memenuhi unsur pasal 3, Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.

“Kami menghukum terdakwa selama empat tahun penjara,” ucap Hakim Santo.

Yuri juga didenda Rp50 juta. Bila uang denda tak sanggup dibayar, maka hukumannya ditambah tiga bulan kurungan.

Uang negara yang harus diganti Yuri sekitar Rp851.280.672,73. Jika uang negara tak diganti, maka hukuman Yuri ditambah dua tahun penjara.

Sidang dilanjutkan dengan pembacaan vonis bagi Syarifuddin. Peran Syarifuddin hanya sebagai pemeriksa suku cadang kapal puskel.

Suku cadang yang dibeli Yuri tidak diperiksa dan diuji. Namun, Syarifuddin menandatangani berita acara hasil pekerjaan atas permintaan Yuri dan Said Damrie supaya dananya cair.

“Terdakwa terbukti tidak ada menikmati uang hasil korupsi itu. Kami menghukumnya selama satu tahun penjara,” sebut Hakim Santo.

Syarifuddin juga didenda Rp50 juta. Bila uang denda tak sanggup dibayar, maka hukumannya ditambah tiga bulan kurungan.

Sidang terakhir digelar bagi mantan kepala Dinkes Anambas, Said M Damrie. Dipaparkan hakim, seluruh PPTK di instansinya dikumpulkan Said Damrie ketika awal tahun.

Para PPTK diminta menyisihkan uang Rp500 juta dari setiap pengadaan yang dilakukan. Namun dalam pengadaan BBM dan suku cadang kapal puskel, uang yang disetorkan Yuri hanya tiga kali. Masing-masing nilai uang itu, Rp200 juta, Rp65 juta, dan terakhir Rp85 juta.

“Perbuatan terdakwa menguntungkan dirinya sendiri karena jabatan. Kami menghukum terdakwa selama satu tahun dan delapan bulan penjara,” ujar Hakim Santo.

Said Damrie juga didenda Rp50 juta atau subsider tiga bulan kurungan. Mantan kadinkes Anambas ini juga diharuskan membayar uang pengganti kerugian negara sekitar Rp350 juta.

“Jika tidak sanggup membayar, hukuman terdakwa ditambah satu tahun penjara,” jelas Hakim Santo.

Pada persidangan sebelumnya, jaksa mengajukan tuntutan yang berbeda terhadap ketiga terdakwa sesuai perannya masing-masing. Yuri dituntut lima tahun dan enam bulan.

Syarifuddin dituntut satu tahun dan enam bulan penjara. Sedangkan Said Damrie dituntut dua tahun dan enam bulan penjara.

SURYA

Berita terkait

*

*

Top