Dugaan korupsi dana apresiasi Bank Syariah Mandiri

Tiga tersangka kembalikan uang negara

Kepala Kejati Kepri Yunan Harjaka saat menjelaskan uang dihadapannya. Uang ini dikembalikan tiga tersangka korupsi dana apresasi Bank Syariah Mandiri kepada Pemkab Kepulauan Anambas. Uang yang dikembalikan sekitar Rp500 juta.

TANJUNGPINANG (KP): Tiga tersangka korupsi dana apresiasi Bank Syariah Mandiri kepada Pemkab Kepulauan Anambas mengembalikan uang negara. Ketiganya belum diperiksa jaksa sejak ditetapkan sebagai tersangka pada 16 Januari lalu.

“Ketiga tersangka berinisiatif mengembalikan uang negara. Tersangka TM yang paling banyak,” kata Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau Yunan Harjaka dalam konferensi pers, Kamis (16/2/2017).

Uang ini disetorkan ke rekening kejaksaan di BRI cabang Tanjungpinang sebesar Rp595.657.500. Diharapkan, uang yang dikembalikan ketiga tersangka ini sesuai kerugian negara yang mencapai Rp1,2 miliar.

“Saya berharap, para tersangka kooperatif dan mau mengembalikan sisa kerugian negara. Karena, esensi korupsi adalah pengembalian kerugian negara,” harap Yunan.

Mengenai perkembangan kasus dugaan korupsi dana apresasi Bank Syariah Mandiri kepada Pemkab Kepulauan Anambas ini, tiga tersangka belum pernah dipanggil dalam kapasitasnya sebagai tersangka.

“Kami menjadwalkan pemanggilan ketiganya pekan depan. Yang jelas, mereka sudah kami cekal,” sebut Yunan.

Ketiga tersangka berinisial TM (mantan Bupati Kepulauan Anambas), IP (mantan bendahara umum daerah), dan KM (mantan kepala cabang Bank Syariah Mandiri Tanjungpinang).

Sampai saat ini, saksi yang telah diperiksa berjumlah 14 orang dan seorang ahli dari Kanwil Perbendaharaan Negara. Satu dokumen terkait penempatan dana kas daerah sudah disita.

“Mengenai keterlibatan sejumlah pihak yang menerima dana apresiasi ini baik berbentuk uang maupun kendaraan akan diperlukan sama. Kita lihat nanti perkembangan penyidikan. Kemana alokasinya, kami akan tindak lanjuti,” tegas Yunan.

Sebelumnya, TM (Tengku Mukhtaruddin), IP (Ipan), dan Khoirur Rijal A Rachman ditetapkan sebagai tersangka korupsi dana apresasi Bank Syariah Mandiri kepada Pemkab Kepulauan Anambas oleh pihak Kejati Kepri pada 16 Januari lalu.

Kasus ini berawal saat Pemkab Anambas menjalin kerja sama dengan Bank Syariah Mandiri cabang
Tanjungpinang pada 2011 lalu. Kerja sama itu berupa penempatan kas daerah dalam bentuk giro dan deposito.

Dana atau anggaran daerah pertama yang disimpan dalam bentuk giro dan deposito sekitar Rp80 miliar pada awal 2011. Sebagai bentuk apresiasi, Pemkab Anambas diberikan 25 sepeda motor Honda Mega Pro.

Sepeda motor ini tidak dimasukkan ke dalam aset daerah. Malah, sepeda motor ini dijual dan uangnya dinikmati untuk kepentingan pribadi.

Dana tambahan dimasukkan ke dalam deposito sekitar Rp30 miliar pada 11 Juli 2011. Apresiasi kembali diberikan Bank Syariah Mandiri berupa satu unit mobil Toyota Avanza. Mobil ini juga tidak didaftarkan sebagai aset daerah.

Pada Januari 2012, dana Rp10 miliar ditanamkan Pemkab Anambas dalam bentuk deposito dan giro. Kali ini, satu unit Toyota Fortuner special edition diberikan pihak Bank Syariah Mandiri sebagai bentuk apresiasi. Mobil ini tak pernah didaftarkan sebagai aset daerah Pemkab Anambas.

SURYA

Spread the love

Berita terkait

*

*

Top