15 penumpang tewas tenggelam

Tekong pompong naas dihukum 3 tahun penjara

Said Ismarullah alias Marul dikawal petugas usai dihukum tiga tahun penjara, Senin (6/2/2017).

TANJUNGPINANG (KP): Said Ismarullah alias Marul (35) dijatuhi hukuman selama tiga tahun penjara. Tekong pompong pulau Penyengat ini terbukti mengakibatkan 15 orang penumpang tewas tenggelam saat berlayar.

Amar putusan bagi tekong pompong naas ini dibacakan hakim Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Senin (6/2/2017).

“Terdakwa menerima hukuman tiga tahun penjara. Kami masih pikir-pikir,” kata Jaksa Penuntut Umum Haryo Nugroho usai persidangan.

Sebab, tuntutan yang diajukan pada persidangan sebelumnya yaitu empat tahun penjara. Perbuatan Marul terbukti memenuhi unsur pasal 361 KUHP juncto pasal 359 KUHP. Pasal ini tentang seseorang yang menjalankan suatu jabatan atau pencarian karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mati.

Perkara ini berawal saat pompong yang dikemudikan Marul bersandar di Pelabuhan Kuning Tanjungpinang, sekitar pukul 09.00, pada 21 Agustus 2016 lalu. Para penumpang naik satu per satu ke dalam pompong.

Tujuan pompong ke pulau Penyengat. Said Muhammad Alie alias Alie, si pengelola penjual tiket, melihat Marul sedang menimba air yang menggenangi pompongnya.

Diketahui, bagian haluan kapal bagian tulang depan kapal sudah dalam keadaan bocor. Marul sempat diingatkan agar tidak berlayar.

Pasalnya, cuaca mendung. Namun, Marul tetap ingin berlayar ke pulau Penyengat.

Setelah seluruh penumpang naik ke pompong, uang hasil penjualan tiket diserahkan Alie kepada Marul. Jumlah penumpang didapati berjumlah 16 orang.

Selanjutnya, pompong berlayar ke pulau Penyengat. Baru saja bergerak melintasi Pelabuahn Sri Bintan Pura, hujan deras disertai angin kencang menghantam pompong.

Air laut masuk ke dalam pompong. Seluruh penumpang mulai panik.

Air yang masuk ke dalam pompong dikeluarkan para penumpang. Tiba-tiba, pompong terbalik dan tenggelam.

Marul dan penumpang lainnya berusaha menyelamatkan diri tanpa pelampung. Akibatnya, 15 orang penumpang tewas tenggelam.

Satu penumpang lainnya, Resti Rindasasi selamat dari pompong naas itu. Ia berhasil berenang ke arah pantai. Masyarakat yang melihat kejadian itu menolong para korban yang tenggelam.

Adapun 15 orang yang meninggal tersebut antara lain, Maratu Siani Ramadhan, Wawan Agustia, Nistam alias Gopang, Muslichudin, Trisna Anggun Damayanti, Subagio, Vitara Ningrum, Saniati, Rahmad, Idrus Ahmad, Rahmiyana, Yurdaningsih alias Neneng, Wiwit Sugiarti, Esti Susilawati, dan Umi.

SURYA

Spread the love

Berita terkait

*

*

Top