Keterangan mantan Kadistamben Lingga

Dana jaminan reklamasi disimpan di empat bank

Kepala Seksi I Intelijen Kejati Kepri Muhammad Ahsan Thamrin. Kepala Seksi I Intelijen Kejati Kepri Muhammad Ahsan Thamrin.

TANJUNGPINANG (KP): Pihak Kejati Kepri masih menelusuri keberadaan dana jaminan reklamasi dan dana jaminan pasca tambang. Berdasarkan hasil pemeriksaan salah seorang pejabat yang berwenang ketika itu di Kabupaten Lingga, dana yang nilainya fantastis itu disimpan di empat bank.

Namun, keberadaan dana tersebut belum dipastikan masih berada di Bank Riau Kepri cabang pembantu Daik Lingga, Bank Riau Kepri cabang pembantu Dabo Singkep, Bank Mandiri cabang Tanjungpinang, dan BNI cabang Tanjungpinang. Guna memastikan dana tersebut, mantan bupati Lingga dan empat pimpinan bank yang mengetahui akan dimintai keterangan dalam waktu dekat.

“Dari hasil pemeriksaan sementara terhadap mantan kadistamben Lingga, kami mendapat keterangan bahwa dana jaminan reklamasi dan jaminan pasca tambang disimpan di rekening perusahaan pada empat bank pemerintah yang ada di Daik, Dabo, dan Tanjungpinang,” kata Kepala Seksi I Bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau Muhammad Ahsan Thamrin, Selasa (7/2/2017).

Agar tak disalahgunakan, mantan bupati Lingga mengajukan surat permintaan pemblokiran rekening pada empat bank tersebut. Nah, pertanyaannya. Apakah dana-dana tersebut masih tersimpan di bank yang dimaksud?

“Ini kan keterangan dari Dewi Kartika. Kami akan konfrontasi lagi dengan memanggil mantan Bupati Lingga dan pimpinan bank penerima setoran dana,” tegas Ahsan.

Dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Reklamasi dan Pasca Tambang, bentuk dana jaminan reklamasi tahap operasi produksi dapat berupa rekening bersama atau deposito berjangka yang ditempatkan pada bank pemerintah atas nama bupati dan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi.

Berdasarkan data hasil koordinasi dan supervisi Direktorat Jenderal (Ditjen) Mineral dan Batubara (Minerba) atas pengelolaan pertambangan Minerba di Kepri, khususnya Kabupaten Lingga, sekitar 24
perusahaan yang mengantongi IUP Operasi Produksi dari 57 perusahaan yang mengajukan permohonan IUP.

Perusahaan yang sudah mengantongi IUP Operasi Produksi di Lingga itu, punya kewajiban menyetorkan dana jaminan reklamasi dan jaminan pasca tambang sebesar Rp206 miliar. Hingga 10 Desember 2014, hanya 8 perusahaan yang tercatat menyetorkan dana jaminan reklamasi dan jaminan pasca tambang sebesar Rp19,9 miliar.

Kedelapan perusahaan tersebut antara lain, PT Bintan Bumi Persada dengan setoran dana reklamasi dan jaminan pasca tambang sebesar Rp646.000.000, PT Hermina Jaya Rp4.100.000.000, PT Impian Cipta Bintan Sukses Rp1.584.315.000, PT Karya Putra Lingga Rp1.750.000.000, PT Lingga Global Mekar
Rp2.499.994.000, PT Sanmas Mekar Abadi Rp3.400.000.000, PT Sumber Prima Lestari
Rp1.000.000.000, dan PT Telaga Bintan Jaya Rp5.000.000.000.

REDAKSI

Berita terkait

*

*

Top