Cegah pencemaran di perairan Utara Bintan

Lantamal IV bentuk tim Operasi Anti Limbah

Danlantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI S Irawan menunjukkan peta perbatasan dengan negara tetangga. Salah satu kawasan yang sedang diawasi yaitu East OPL diduga sumber pembuangan limbah minyak saat musim angin Utara.

TANJUNGPINANG (KP): Pihak Lantamal IV Tanjungpinang akan membentuk tim Operasi Anti Limbah. Tim khusus Western Fleet Quick Response (WFQR) bertugas menangkap kapal tanker yang membuang limbah minyak di perairan Utara pulau Bintan.

Komandan Lantamal IV Laksamana Pertama TNI S Irawan, pekan lalu, mengatakan, pencemaran laut disebabkan limbah minyak di perairan pulau Bintan akan diselidiki. Tim khusus anti limbah sudah dibentuk.

“Kami akan mencari kapal-kapal tanker yang membuang limbah. Saya yakin ini pekerjaan pihak luar negeri,” sebutnya.

Tudingan ini cukup berdasar. Pasalnya, sekitar 40 TKI ditangkap saat akan melakukan pembersihan tanki (tank cleaning) di salah satu kapal tanker.

“Saya masih bisa meyakini, pencemaran laut ini bukan perbuatan kapal-kapal indonesia. Saya akan tangkap nanti,” tegas Irawan.

Sebelumnya, limbah minyak ditemukan di sekitar pantai Nongsa (Batam) hingga pantai Lagoi (Bintan). Diduga, limbah ini berasal dari kapal yang melintas maupun yang tengah lego jangkar di kawasan labuh jangkar kapal (Outside Port Limits) di bagian negara tetangga.

Limbah berupa gumpalan minyak hitam yang menyerupai aspal itu pada umumnya terjadi pada bulan Desember sampai dengan Januari setiap tahunnya. Hal itu bertepatan saat musim angin Utara. Sehingga, limbah tersebut masuk ke perairan Lagoi dan mencemari beberapa tempat lain di Kepulauan Riau.

SURYA

Spread the love

Berita terkait

*

*

Top