Dugaan korupsi aset daerah dari hasil deposito di bank

Jaksa tetapkan mantan bupati Anambas sebagai tersangka

Kepala Kejati Kepri Yunan Harjaka (kiri) didampingi Wakajati Asri Agung Putra (tengah) dan Asisten Bidang Intelijen Martono saat ekpos kasus korupsi, Selasa (31/1/2017).

TANJUNGPINANG (KP): Pihak Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau (Kejati Kepri) menetapkan mantan bupati Kabupaten Kepulauan Anambas berinisial TM sebagai tersangka. TM dan dua orang lainnya diduga terlibat dalam tindak pidana korupsi aset daerah.

“Kami meningkatkan kasus ini ke tahap penyidikan pada 16 Januari lalu. Kasus ini tentang dugaan korupsi dana apresiasi dari Bank Syariah Mandiri cabang Tanjungpinang kepada Pemkab Anambas pada 2011-2012,” kata Kepala Kejati Kepri Yunan Harjaka dalam konferensi pers, Selasa (31/1/2017).

Peningkatan kasus dari penyelidikan ke tahap penyidikan ini berdasarkan pendalaman kasus dan pemeriksaan saksi. Dalam penetapan tersangka, ekspos digelar hingga beberapa kali.

“Kami menetapkan tiga orang tersangka. Ketiganya dianggap lebih berperan dalam kasus ini,” ungkap Yunan.

Para tersangka itu antara lain, TM (mantan bupati Anambas), IP (mantan Kabag Keuangan Pemkab Anambas), dan KM (mantan kepala cabang Bank Syariah Mandiri Tanjungpinang).

Kasus ini berawal saat Pemkab Anambas menjalin kerja sama dengan Bank Syariah Mandiri cabang Tanjungpinang pada 2011 lalu. Kerja sama itu berupa penempatan kas daerah dalam bentuk giro dan deposito.

Dana atau anggaran daerah pertama yang disimpan dalam bentuk giro dan deposito sekitar Rp80 miliar pada awal 2011. Sebagai bentuk apresiasi, Pemkab Anambas diberikan 25 sepeda motor Honda Mega Pro.

“Seharusnya, sepeda motor ini dimasukkan ke dalam aset daerah. Kenyataannya, sepeda motor ini dijual dan uangnya dinikmati untuk kepentingan pribadi,” tutur Yunan.

Dana tambahan dimasukkan ke dalam deposito sekitar Rp30 miliar pada 11 Juli 2011. Apresiasi kembali diberikan Bank Syariah Mandiri berupa satu unit mobil Toyota Avanza.

“Lagi-lagi, mobil ini tidak didaftarkan sebagai aset daerah,” ujar Yunan.

Pada Januari 2012, dana Rp10 miliar ditanamkan Pemkab Anambas dana bentuk deposito dan giro. Kali ini, satu unit Toyota Fortuner special edition diberikan pihak Bank Syariah Mandiri sebagai bentuk apresiasi.

Hasil perkiraan kerugian negara berdasarkan bukti, kerugian negara ditaksir Rp1,2 miliar. Pasal yang disangkakan terhadap ketiga tersangka itu yaitu pasal 2, 3, 5, 11, 13, Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.

SURYA

Spread the love

Berita terkait

*

*

Top