Agar hak pilih tidak hilang di Pilkada

Masyarakat diminta rekam data kependudukan

Pegawai kecamatan sedang merekam data warga untuk penerbitan KTP elektronik.

JAKARTA (KP): Masyarakat yang belum merekam data diri untuk kepentingan penerbitan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) diimbau segera melakukannya. Rekam data diri penting dilakukan agar hak pilih tidak hilang saat Pilkada serentak pada 15 Februari nanti.

“Jadi, merekam data (kependudukan) terlebih dulu, agar hak pilih tidak hilang. Dengan merekam data,
nanti ada surat keterangan. Surat itu untuk menggunakan hak pilih nanti,” imbau Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo kepada wartawan di sela-sela peresmian Desa Cerdas Kelurahan Pondok Ranji, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Kamis (26/1/2017).

Imbauan itu ditujukan kepada warga di 101 daerah yang bakal menggelar pemungutan suara pada pelaksanaan Pilkada serentak 15 Februari mendatang, khususnya masyarakat yang belum terdata di daftar pemilih tetap (DPT). Sampai saat ini, sekitar 3-4 juta masyarakat yang belum melakukan perekaman e-KTP di seluruh Indonesia. Meski demikian, target perekaman 183 juta wajib e-KTP dapat terwujud pertengahan tahun ini.

“Mudah-mudahan pertengahan tahun ini, sekitar 183 juta jiwa yang wajib punya KTP karena usia dewasa. KTP elektronik ini terintegrasi dengan kepolisian, perpajakan, imigrasi, dan lembaga-lembaga lainnya,” ucap Tjahjo.

Sumber: Puspen Kemendagri

Spread the love

Berita terkait

*

*

Top