Pesawat Polri jatuh di perairan pulau Kentar

Operasi pencarian korban resmi ditutup

Direktur Operasi dan Latihan Basarnas Brigadir Jenderal TNI (Mar) Ivan Ahmad Riski Titus didampingi Kapolres Tanjungpinang AKBP Joko Bintoro, perwakilan TNI, dan AirNav dalam konferensi pers di Kantor Basarnas Tanjungpinang, Senin (12/12/2016).

TANJUNGPINANG (KP): Operasi pencarian para korban pesawat Polri yang jatuh di perairan pulau Kentar, Kecamatan Senayang, Kabupaten Lingga, resmi ditutup. Dengan demikian, status operasi ditetapkan menjadi siaga SAR.

Hal itu diungkapkan Direktur Operasi dan Latihan Basarnas Brigadir Jenderal TNI (Mar) Ivan Ahmad Riski Titus dalam konferensi pers di Kantor Basarnas Tanjungpinang, Senin (12/12/2016).

Sebelum menutup operasi pencarian pesawat Polri dan para korban, Ivan memaparkan kronologi operasi. Berawal saat informasi diterima dari AirNav Soekarno-Hatta dan Air Traffic Controller (ATC) Singapura pada 3 Desember lalu. Diinformasikan, pesawat Polri P4201 lost contact (hilang kontak) di perairan Lingga.

“Pengendalian lalu lintas udara di dua wilayah (Flight Information Region) Singapura. Sebab, Indonesia sudah menjadi anggota penerbangan Internasional,” katanya.

Dengan adanya informasi tersebut, maka kapal Basarnas dan kapal TNI AL dikerahkan ke lokasi dibantu nelayan setempat. Pada Sabtu (3/12/2016) sore, beberapa barang dan bagian tubuh korban ditemukan. Jenazah dibawa RS Bhayangkara di Batam.

Keesokan harinya, Posko Basarnas didirikan di Kecamatan Senayang, Kabupaten Lingga. Peralatan disiapkan untuk melakukan pencarian di hari kedua.

“Pada hari kedua, kami menyatakan negara bisa melakukan pencarian sendiri. Kami mendapat bantuan enam belas kapal untuk melakukan pencarian. Sebab, ada permintaan dari Kapolri untuk melakukan operasi gabungan,” jelas Ivan.

Pencarian dibagi menjadi beberapa sektor di permukaan. Hasilnya, puing pesawat dan bagian tubuh para korban ditemukan. Bagian tubuh korban langsung dibawa ke DVI Polda Kepri.

Di hari ketiga dan keempat, penyelaman dilakukan penyelam Basarnas dan Brimob di sebelas titik. Bongkahan besar puing pesawat ditemukan di tiga titik.

Penyelaman terus dilakukan pada hari kelima hingga hari ketujuh. Atas permintaan Kapolri, pencarian diperpanjang tiga hari. Pencarian berakhir pada 12 Desember siang.

“Kami menemukan bagian terbesar pesawat di sektor tiga dan empat sekitar dua hari. Badan pesawat kami ikat dulu agar tidak terbawa arus,” papar Ivan.

Selama proses pencarian, gelombang laut mencapai empat meter dan kecepatan angin antar 28-48 knot. Arus dalam juga cukup kuat sekitar lima knot.

“Dengan demikian, kami menyatakan operasi pencarian korban pesawat Polri selesai. Setelah ini, operasi berstatus siaga SAR,” ungkap Ivan.

SURYA

Spread the love

Berita terkait

*

*

Top