Perusahaan investasi ilegal hadir di Tanjungpinang

UN-Swissindo dilaporkan ke Kemendagri

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kepri Syafri Salisman.

TANJUNGPINANG (KP): United Nations Swissindo World Trust International Orbit (UN Swissindo) dilaporkan pihak Pemprov Kepri ke Kementerian Dalam Negeri. Pasalnya, perusahaan investasi ini menawarkan pembebasan utang bermodalkan sertifikat berharga dari Bank Indonesia.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kepri Syafri Salisman, Jumat (18/11/2016), meminta masyarakat Kepri tidak mudah tertipu dengan perusahaan ini. Sebab, perusahaan investasi ini tidak memiliki legalitas.

“Izin sebenarnya bukan pelunasan utang,” ungkapnya.

Para ASN di lingkungan Pemprov Kepri diminta tidak mudah tertipu. Keberadaan UN Swissindo telah dilaporkan ke Kemendagri.

“Saya sudah melaporkan ke Kemendagri. Mereka akan menyikapi dengan lintas kementerian terkait,” ungkap Syafri.

Pihak UN Swissindo akan dipanggil untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya sebagai lembaga pelunas utang rakyat.

Untuk diketahui, UN Swissindo sudah hadir di Tanjungpinang. Lembaga ini mendeklarasikan diri bisa melunasi utang rakyat Indonesia, baik itu TNI, Polri, maupun swasta.

Salah satu warga yang pernah diajak bergabung ke UN-Swissindo mengungkapkan, ia cukup membayar uang proposal Rp200 ribu. Setelah itu, seluruh utang dianggap lunas.

Bahkan, UN Swissindo sudah merekrut anggota sekitar 600 orang. UN Swissindo mengklaim memegang sertifikat berharga dari Bank Indonesia.

Namun hal itu dibantah oleh Kepala BI perwakilan Kepri Gusti Eka Putra. Lembaga tersebut ilegal dan bermodus penipuan.

“Kami tidak pernah mengeluarkan kebijakan pelunasan utang seperti itu. Masyarakat jangan mau diiming-imingi,” imbaunya.

Apabila terjebak ke dalam UN Swissindo, maka konsekuensi hukumnya akan ada. Sebab, seluruh utang baik dengan bak ataupun perusahaan memberikan pinjaman dengan agunan dianggap lunas begitu saja.

SUAIB

Spread the love

Berita terkait

*

*

Top