Dua laik laut, Seven Star Island belum bisa berlayar

KSOP Tanjungpinang periksa tiga kapal

Kepala KSOP Tanjungpinang Jefri Medison saat memeriksa tiga kapal tujuan Anambas, Rabu (19/10/2016). Dua kapal dinyatakan laik laut.

TANJUNGPINANG (KP): Pihak Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Tanjungpinang memeriksa tiga kapal feri tujuan Kabupaten Kepulauan Anambas di galangan kapal, Batu 8, Jalan Raja Haji Fisabillah, Rabu (20/10/2016). MV Batavia dan MV Trans Nusantara dinilai laik laut.

Pemeriksaan dilakukan langsung Kepala KSOP Tanjungpinang Jefri Medison bersama dua bawahannya. Jefri memeriksa mesin, bangku, penumpang, anjungan kapal, persediaan jaket keselamatan, dan sekoci.

“Dua kapal tidak ada masalah. Sedangkan, MV Seven Star Island belum boleh berlayar karena masih ada hal-hal yang harus dicek ulang,” kata Jefri.

Operasional ketiga kapal sempat dihentikan pemerintah pusat. Pasalnya, ketiga kapal dinilai tidak laik laut. Setelah diperiksa, dua kapal masih layak beroperasi.

Namun, pemilik kapal diharapkan tidak berlayar dahulu sebelum laut mulai teduh. Pasalnya, cuaca pada Oktober, November, dan Desember sangat berbahaya.

Cuaca buruk hanya cocok dilayari kapal berukuran besar. Apalagi, tujuan kapal ke Kepaulauan Anambas. Sebab, ketinggian ombak bisa mencapai dua meter pada tiga bulan ke depan.

“Jika ombak lebih dari dua meter, kami minta nakhoda kapal putar haluan. Kita tidak akan bisa melawan alam,” imbau Jefri.

Sementara itu, Anen, pemilik kapal MV Trans Nusantara, mengatakan, kapal berkapatitas 184 penumpang ini akan berlayar lagi dari Tanjungpinang ke Anambas, Senin (24/10/2016). Jadwal keberangkatan kapal akan diatur terlebih dahulu. Harga tiket per orang sekitar Rp420 ribu.

SURYA

Spread the love

Berita terkait

*

*

Top