Polres Lingga diminta usut tuntas

Kasus pertambangan dinilai tak jelas, Gema Lingga ancam demo

DAIK (KP): Gerakan Masyarakat (Gema) Lingga meminta aparat penegak hukum agar tidak mengendapkan kasus-kasus mafia pertambangan. Gema mengancam akan menggelar aksi demo jika penegak hukum tak jua mau menuntaskan kasus-kasus tersebut.

Pasalnya, dugaan pelanggaran hukum yang telah dilirik pihak Kepolisian Resor (Polres) Lingga itu tak jelas ujungnya. “Kami mau tahu, sampai ke mana kasus pertambangan di Lingga yang beberapa bulan lalu sudah mulai diusut penagak hukum? Saat ini belum ada kabar berita,” kata Zuhardi, Ketua Umum Gema Lingga, yang dihubungi dari Daik, Lingga, Rabu (13/7/2016).

Menurut Zuhardi, dalam jangka waktu dua bulan gelar perkara, pihak penegak hukum seharusnya sudah mampu meningkatkan statusnya. Sementara sejauh ini terlihat masih jalan di tempat.

“Kami khawatir, pihak penegak hukum tidak mampu menangani kasus ini,” ungkapnya.

Dia menilai, sektor pertambangan di Kabupaten Lingga jelas-jelas banyak masalah. Mulai dari penerbitan izin usaha penambangan (IUP), regulasi operasi, hingga dampak lingkungan hidupnya yang terindikasi telah melanggar aturan perundang-undangan.

“Tak usah jauh-jauhlah, masalah reklamasi tambang saja sudah melanggar aturan lingkungan hidup. Sedangkan yang namanya pelanggaran lingkungan hidup itu hukumnya pidana,” tegasnya.

Belum lagi, lanjut Zuhardi, soal dugaan kongkalikong pemerintah daerah dengan pihak perusahaan dalam penerbitan IUP tahun 2014 lalu, yang status pengurusannya sudah beralih ke provinsi.

“Kalau soal kewajiban perusahaan membayar dana kompensasi terhadap masyarakat (DKTM) yang miliaran itu, polisi bisa dapat banyak saksi,” sindir Zuhardi.

Dia menyayangkan, jika kasus pelanggaran yang begitu banyak di sektor pertambangan Lingga itu sampai mengendap tanpa kejelasan. “Kami akan kembali melayangkan surat kepada pihak penagak hukum untuk segera menyelesaikan kasus ini. Kalau tidak juga ditanggapi, kami akan lakukan aksi demo,” ancamnya. (*)

ARDHY

Spread the love

Berita terkait

*

*

Top