Ada kelebihan sekitar Rp1,96 miliar

KPU Lingga kembalikan sisa anggaran ke kas daerah

DAIK (KP): Kesusesan KPU Lingga menggelar Pilkada serentak 9 Desember 2015 lalu, ternyata tidak membuat KPU boros. Buktinya, penyelenggaran Pilkada ini mengembalikan uang negara yang tak terpakai ke kas negara sekitar Rp1,96 miliar.

Hal itu dibenarkan Ketua KPU Lingga Agussyuriawan, Minggu (22/5/2016).

“Kami sudah mengembalikan sisa penggunaan anggaran ke kas daerah sekitar satu bulan lalu,” katanya.

Estimasi anggaran yang disetujui daerah untuk proses pelaksanaan, maupun tahapan-tahapan yang dilalui untuk penyelenggaraan Pemilukada Pilbub dan Wabup pada 2015 hingga selesai adalah sebesar Rp8 miliar. Dari proses yang dilalui tersebut, dana yang digunakan ternyata hanya sekitar Rp6 miliar.

Pengembalian tersebut dilakukan setelah pihaknya menyelesaiakan Laporan Pertanggungjawaban (LPj).

“Sekretaris KPU yang mengembalikan ke kas daerah. Pemkab sudah mengetahui. Dana tersebut masuk Sisa lebih perhitungan anggaran (SiLPA). Saat ini masih diperiksa BPKP,” ujarnya.

Iwan memaparkan, penggunaan dana Rp6 miliar lebih itu terhitung dari proses sosialisasi, pengiriman surat suara ke sembilan Kecamatan dan seluruh desa. Di samping itu, dana tersebut juga digunakan untuk penyelenggaraan di tingkat kabupaten, kecamatan, maupun desa, seperti KPPS, PPK, yang sudah dibubarkan pada Januari lalu.

“Indokator utama penyebab tidak habisnya anggaran karena kami tak tahu pergeseran harga pasar,” ungkapnya.

Seluruh bukti pengembalian tersebut ke kas daerah di DPPKAD (Dinas Pendapatan, Pengelolaan, Keuangan Aset Daerah) juga ada buktinya.

Proses pelaksanaan pentas demokrasi di Kabupaten Lingga pada 2015 lalu berjalan dengan lancar. Masyarakat Lingga mempercayai pasangan Alias Wello dan Muhammad Nizar menjadi bupati dan wakil bupati untuk lima tahun ke depan.

ARDHY

Spread the love

Berita terkait

*

*

Top