Lingga jalin kerja sama inovasi teknologi dengan LIPI

DAIK (KP): Setelah menggandeng Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga juga merangkul Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Kerja sama penerapan inovasi teknologi itu direalisasikan melalui penandatanganan MoU kedua belah pihak di aula Junjungan Negeri Daik Lingga, Kamis (12/5/2016).

Kerja sama ini diharapkan menjadi momentum pengoptimalan potensi sumber daya alam yang dimiliki Kabupaten Lingga.

Bupati Lingga, Alias Wello, dalam sambutan singkatnya mengatakan, Kabupaten Lingga dengan potensi SDA yang tersedia masih belum ditunjang dengan SDM yang mumpuni. Untuk itu, perlu sentuhan ilmu pengetahuan dari lembaga seperti LIPI dalam usaha daerah mengoptimalkan berbagai macam sektor yang ada.

“Seperti yang kita ketahui SDA kita besar, tapi belum dioptimalkan karena SDM kita masih minim. Dengan menggandeng LIPI kita berharap dapat memecahkan persoalan ini,” kata Awe, sapaan akrab Bupati Lingga tersebut.

Kabupaten Lingga saat ini sedang semangat-semangatnya mengusung misi pemanfaatan sumber daya alam di bidang kelautan, perikanan dan pertanian. Hal ini sesuai dengan visi misi daerah membangun Kabupaten Lingga dengan konsep agrominapolitan.

Selain itu, fokus pembangunan yang sedang berlangsung saat ini, kata Awe, daerah sedang membangun ketahanan pangan dengan membuka persawahan. Itu juga termasuk dalam misi menjadikan Lingga sebagai sentra pangan di Kepri.

Untuk sementara ini, dengan konsep persawahan irigasi yang memanfaatkan space lahan yang terbatas, dapat dicapai seluas 3.000 hektar. Jika dibantu penerapan teknologi dari LIPI, di mana tanaman padi bisa ditanami dengan pola ladang, maka Lingga akan benar-benar mampu menjadi sentra pangan Kepri. Lahan untuk dibangun ladang sawah masih cukup luas.

“Kami betul-betul merasa terbantu dengan kehadiran rombongan karena akan memberikan kontribusi bagi pengembangan potensi di Kabupaten Lingga ke depan,” tuturnya.

Awe berharap, kerja sama dengan LIPI tersebut akan membawa manfaatnya besar bagi Kabupaten Lingga, serta senantiasa dapat menjalin kerja sama di semua sektor potensi daerahnya tersebut.

Sementara itu, Kepala Deputi Bidang Jasa Ilmiah LIPI, Prof Dr Bambang Subianto, yang datang bersama tim ahlinya serta menandatangani kerja sama tersebut mengatakan, selama perjalanan dari Batam menuju Lingga, dirinya melihat potensi yang sangat besar dimiliki daerah tersebut.

“Seperti harapan kita semua, sepanjang perjalanan kita ke sini, kita menyaksikan potensi alam yang luar biasa dimiliki daerah ini. Mudah-mudahan, dengan teknologi anak negeri yang kita miliki dapat membantu peningkatan ekonomi masyarakat di Kabupaten Lingga,” harap dia.

Namun, dalam perjalanannya nanti, lanjut Bambang, pihaknya juga tidak bisa terus-menerus menempatkan ahlinya untuk mendampingi daerah dalam penerapan teknologi. Pemerintah daerah, melalui SKPD dan lembaga-lembaga terkait perlu menyiapkan SDM sebagai wadah transfer ilmu dari para ahli LIPI agar terus bergenerasi.

“Tidak memungkinkan bagi kita menempatkan orang-orang kita untuk terus berada di sini. Nanti bisa berkembang biak. Kita mengharapakan daerah menyediakan SDM sebagai wadah transfer ilmunya,” tutur Bambang.

Terkait usaha Kabuapten Lingga menjadi sentra pangan Kepri, dikatakan Bambang, juga akan dapat didorong dengan penerapan teknologi yang dimiliki LIPI. Salah satunya dengan memanfaatkan pruduk pupuk cair temuan salah seorang ahli pertanian LIPI.

Pupuk nonkimia dengan memanfaatkan unsur mikroba tersebut dapat meningkatkan hasil panen hingga satu setengah kali panen.

“Pupuk cair temuan Dr Anton ini bisa meningkatkan hasil panen dari 8 ton per hektar  menjadi 12 ton per hektar. Teknisnya biar dia saja yang menjelaskan. Nanti dia marah kalau saya yang ngomong,” ungkapnya yang dibalut sedikit canda.

Terlepas dari hal itu, dia menambahkan, peran kerja sama LIPI dengan daerah juga ditujukan untuk membantu UKM dalam peningkatan hasil, melalui penerapan sejumlah teknologi.

“Sesuai dengan instruksi presiden, LIPI diharapkan berperan dalam mendorong peningkatan ekonomi daerah. Beberapa teknologi juga ditujukan untuk membantu UKM meningkatkan hasilnya,” ujar Bambang.

ARDHY

Spread the love

Berita terkait

*

*

Top