Targetkan Lingga jadi lumbung beras

Diperlukan 100 ton pupuk bersubsidi di Lingga

“Tahun 2016 ini, kita sudah mencetak sawah lebih kurang 100 ha dan tambak seluas 100 ha. Sementara alokasi pupuk bersubsidi untuk Lingga hanya 16 ton. Karena itu, perlu adanya penambahan alokasi pupuk bersubsidi minimal 100 ton.”

Alias Wello, Bupati Lingga

DAIK (KP): Untuk mewujudkan target Lingga sebagai lumbung padi, Bupati Lingga Alias Wello menyatakan pertanian di daerah itu memerlukan pupuk bersubsidi sebanyak 100 ton. Jumlah itu akan digunakan dalam tahap pertama proyek persawahan di Sungai Besar dan Bukit Langkap.

“Tahun 2016 ini, kita sudah mencetak sawah lebih kurang 100 ha dan tambak seluas 100 ha. Sementara alokasi pupuk bersubsidi untuk Lingga hanya 16 ton. Karena itu, perlu adanya penambahan alokasi pupuk bersubsidi minimal 100 ton,” ungkap Bupati Lingga Alias Wello, di Daik, Lingga, melalui rilis yang diterima PEDULI, Minggu, (20/3/2016).

Target untuk menjadikan Lingga sebagai lumbung padi, kata Alias Wello, dalam waktu dekat akan mulai terealisasi. Bantuan pupuk bersubsidi sebanyak 16 ton, katanya, hanya cukup untuk sebagian kecil dari proyek persawahan yang telah dimulai digarap di Sungai Besar, Lingga Utara. Sementara, beberapa hari lalu, bupati yang baru dilantik itu telah mencanangkan seluas 400 hektar lagi di Bukit Langkap, Lingga Timur, juga akan di’sulap’ menjadi persawahan.

Untuk menjadikan Lingga sebagai lumbung beras terbesar di wilayah Kepulauan Riau, kata Alias Wello yang sering dipanggil Awe, pihaknya ingin gerak cepat. Usulan penambahan alokasi pupuk bersubsidi kepada Gubernur Kepulauan Riau, Muhammad Sani merupakan salah satu dukungan terhadap program lumbung padi tersebut.

Usulan penambahan alokasi pupuk bersubsidi yang tertuang dalam surat Bupati Lingga nomor: 520/DPH-SEK/222, tanggal 14 Maret 2016. Usulan itu merupakan respon atas terbitnya Peraturan Gubernur Kepulauan Riau nomor: 13 Tahun 2016 tentang Kebutuhan dan Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian.

Dalam lampiran II Peraturan Gubernur Kepulauan Riau nomor : 13 Tahun 2016 tertanggal 15 Februari 2016, Lingga ditetapkan mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi sebanyak 16 ton. Terdiri dari pupuk Urea sebanyak 2 ton, SP-36 sebanyak 1 ton, Za sebanyak 1 ton, NPK sebanyak 10 ton dan Organik sebanyak 2 ton.

Selain menyurati Gubernur Kepulauan Riau, Alias juga menyurati produsen pupuk bersubsidi PT Pupuk Iskandar Muda dan PT Petro Kimia Gresik. Kedua perusahaan itu diminta menggelar operasi pasar pupuk bersubsidi di wilayah Kabupaten Lingga. Pasalnya, pupuk dari kedua perusahaan itu di lapangan dijual dengan harga tinggi serta sering kali langka.

Respon dari produsen pupuk itu dibutuhkan untuk mendukung keinginan tulus dari Alias Wello yang ingin menjadikan Lingga sebagai lumbung padi. Dengan dukungan itu, target menjadikan Lingga sebagai lumbung beras tidak terkendala oleh keterbatasan alokasi pupuk bersubsidi.

‘’Penggunaan pupuk bersubsidi ini adalah hak petani. Karena itu, harus kita perjuangkan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan pemerintah. Misalnya, petani harus membuat Rencana Defenif Kebutuhan Kelompok (RDKK) sebagai dasar untuk menebus pupuk bersubsidi,’’ tandas Alias.

Sebagaimana diketahui, proyek persawahan yang dimulai di Sungai Besar, Lingga Utara, diprakarsai oleh seorang pengusaha asal Tanjungpinang Andi Indra Pawennari. Adi merupakan seorang praktisi pertanian yang menerima gelar “Pahlawan Inovasi Pertanian” yang dianugerahkan Pemerintah RI pada tahun lalu.

REDAKSI

Spread the love

Berita terkait

*

*

Top