Pomal reka ulang pelarian prajurit desersi

YS, tahanan militer, saat reka ulang pelariannya dibantu warga sipil dari Markas Pomal di Jalan Merdeka, Senin (12/2/2018). Foto: Surya.

TANJUNGPINANG (KP): Polisi Militer TNI AL (Pomal) Lantamal IV Tanjungpinang menggelar reka ulang pelarian prajurit desersi, Senin (12/8/2018). Reka ulang ini melibatkan tiga orang sipil yang membantu pelarian.

Reka ulang diawali saat prajurit desersi berpangkat Kelasi Dua berinisial YS diserahkan satuannya ke Pomal Lantamal IV pada 5 Januari lalu. Ia dimasukkan ke dalam sel tahanan selama 18 hari.

Selama dalam masa penahanan itu, telepon seluler pemilik kantin makanan dipinjam YS. Kekasihanya bernama IN dihubungi.

YS berkeluh kesah dan meminta tambahan uang. IN juga diminta merencanakan pelarian YS dari tahanan Pomal.

Kemudian, MR dihubungi IN untuk mengeluarkan Yusuf. Namun, Martoni butuh rekan lain dalam perencaan ini. Rekannya bernama HM dihubungi agar ikut dalam rencana ini.

Rencana pembebasan YS disusun ketiganya di Hotel Tepi Laut, Jalan Hang Tuah. Setelah rencana disusun, ketiga bergantian memantau kondisi Markos Pomal Lantamal IV di Jalan Merdeka.

Pemantauan dilakukan selama tiga hari. Pada hari keempat, pada 23 Januari, HM bersiap menjemput YS.

Saat sudah saling memberi bahasa isyarat, YS berpura-pura mengambil tong sampah. Sedangkan HM menghentikan sepeda motornya di seberang jalan, tepatnya di depan Bank Mega Tanjungpinang. Buka tahanan dilepas, dan YS dilarikan ke Kota Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan.

Selama pelarian, YS bersembunyi di hutan bakau, wilayah Kelurahan Sungai Enam. Celana di jemuran dicuri YS di belakang rumah warga, Gang Asoka, Kampung Sungai Enam.

Keberadaan YS diketahui dari celana tahanan tersebut. Apalagi, YS sering terlihat di sekitar Gang Bawal, Kampung Nanas.

Mendapat informasi keberadaan YS dari warga setempat, tim Pomal berangkat ke Kijang pada 10 Februari. YS ditangkap tim Pomal sedang tertidur lelap di bawah pondok lesehan di kediaman Bidan Etty Sulastri pada 11 Februari sekitar pukul 06.00.

Komandan Pomal Lantamal IV Letnal Kolonel (PM) Didik Wahyudi sebelum reka ulang tersebut mengungkapkan, YS berpangkat Kelasi Dua (KLD). Masa tugasnya di TNI AL masih tiga tahun. Selama bertugas, YS sudah dua kali desersi (tidak bertugas selama enam bulan).

“Proses reka ulang ini untuk bukti kami di persidangan militer nanti. Sedangkan tiga orang sipil yang membantu pelarian akan kami serahkan ke pihak Polres Tanjungpinang,” tegasnya.

SURYA

Spread the love

Berita terkait

*

*

Top