Sempat mengaku berada di Batam

Jaksa eksekusi Direktur CV PDIP

Ahmad Syafi'i, Direktur CV PDIP dieksekusi jaksa Kejari Tanjungpinang, Rabu (7/2/2018). Foto: Surya.

TANJUNGPINANG (KP): Jaksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang mengeksekusi Direktur CV Pilar Dua Inti Perkasa (PDIP) Ahmad Syafi’i untuk dijebloskan ke penjara, Rabu (7/2/2018). Terpidana ini ditangkap di sekitar wilayah Batu (Kilometer) 10 Tanjungpinang.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Tanjungpinang Beny Siswanto dalam konferensi pers menyampaikan, eksekusi terpidana Ahmad Syafi’i ini berdasarkan putusan kasasi Mahkamah Agung 6 Desember 2017. Syafi’i divonis enam tahun penjara.

Ia juga didenda Rp200 juta. Bila yang denda tak sanggup dibayar, maka hukumannya ditambah enam bulan kurungan. Kerugian negara sekitar Rp406 juta. Kerugian negara sudah dikembalikan Syafi’i pada 29 Desember 2015 lalu.

“Tim kami langsung menjemput terpidana ke kediamannya. Awalnya, terpidana agak mengelak dengan mengatakan sedang berada di Batam,” ungkapnya.

Dalam penjemputan itu, Syafi’i melunak. Akhirnya, ia mau dieksekusi menjalani hukuman selama enam tahun.

Syafi’i divonis satu tahun dan enam bulan penjara oleh majelis hakim di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Tanjungpinang pada 21 Juni 2016. Setelah sempat menyatakan pikir-pikir selama tujuh hari, Ahmad Syafi’i mengajukan banding.

Perkaranya disidang di PT Pekanbaru mulai 19 Agustus 2016. Syafi’i divonis bebas oleh majelis hakim Pengadilan Tinggi Pekanbaru pada 22 September 2016.

Dalam perkara yang sama, Zulpenedi, PNS Pemko Tanjungpinang ini divonis hakim satu tahun dan empat bulan penjara pada 7 Juni 2016. Ia menyatakan menerima hukuman tersebut.

Kasus ini berawal saat Dinas Pekerjaan Umum Kota Tanjungpinang mengalokasikan anggaran untuk pembangunan kantor Kecamatan Bukit Bestari Tahap Pertama sekitar Rp2 miliar. Lahan proyek pembangunan berlokasi di Jalan Aisyah Sulaiman Batu 8, Kelurahan Sungai Jang.

Luas lahan sekitar 3.000 meter persegi. Proyek ini dilelang pada 30 Juni 2014. CV PDIP dinyatakan sebagai pemenang tender proyek ini. Penawaran perusahaan ini sekitar Rp1.520.097.235.

Dalam prosesnya, uang tersebut malah dipindahtangankan Direktur CV PDIP Ahmad Safi’i kepada Asrul (orang yang bukan pekerja di CV PDIP). Dana itu ditransfer ke perusahaan milik Asrul yaitu CV Nusa Perdana.

Uang yang diserahkan kepada Asrul Rp452.900.000. Uang diserahkan di parkiran Bank Riau Kepri cabang Tanjungpinang pada 23 Juli 2014.

Sore harinya, Asrul menghubungi Safi’i agar menjemput fee proyek tersebut sekitar Rp25 juta. Keduanya bertemu di kantor Asrul, tepatnya di belakang Polres Tanjungpinang.

SURYA

Spread the love

Berita terkait

*

*

Top