Penyelundup sabu dituntut 10 tahun

Hendra, penyelundup sabu dari Malaysia digiring petugas usai sidang tuntutan di PN Tanjungpinang, Kamis (1/2/2018). Foto: Surya.

TANJUNGPINANG (KP): Hendra dituntut jaksa selama sepulun tahun penjara. Ia terbukti menyimpan 145,11 gram sabu-sabu di dalam celana dalamnya saat melewati Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang pada 12 September 2017 lalu.

Jaksa Penuntut Umum Zaldi Akri dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Kamis (1/2/2018), menyatakan, Hendra terbukti menyimpan narkotika jenis sabu-sabu yang beratnya melebihi lima gram. Unsur pasal 112 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika terpenuhi. Perbuatan Hendra ini terungkap dalam fakta persidangan.

“Kami menuntut terdakwa selama sepuluh tahun penjara,” katanya.

Hendra juga didenda Rp800 juta. Bila uang denda tak sanggup dibayar, maka hukumannya ditambah tiga bulan penjara.

Usai mendengarkan tuntutan jaksa, Ketua Majelis Hakim Acep Sopian Sauri menunda persidangan hingga pekan depan. Sidang selanjutnya, pembacaan nota pembelaan (pledoi).

Data pengadilan, perbuatan Hendra dipaparkan. Berawal saat Hendra turun dari kapal feri MV Sentosa 9 di Pelabuhan SBP pada 12 September 2017 lalu, sekitar pukul 11.45. Kapal ini datang dari Malaysia.

Hendra melewati pos pemeriksaan barang dan pemeriksaan badan Bea dan Cukai. Barang bawaan Hendra diperiksa dua petugas Bea Cukai.

Empat paket sabu-sabu ditemukan di celana dalam yang dikenakan Hendra. Kemudian, Hendra diamankan petugas ke kantor Bea Cukai.

Dalam interogasi, Hendra mengaku jika sabu-sabu itu dibawanya ke Malaysia. Sabu-sabu itu akan dibawa ke Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sabu-sabu itu titipan Udin (DPO). Usai diinterogasi, Hendra diserahkan ke penyidik Satuan Narkoba Polres Tanjungpinang pada malam harinya. Hasil penimbangan pihak berwenang, empat paket sabu-sabu itu seberat 145,11 gram.

SURYA

Spread the love

Berita terkait

*

*

Top