Pengendali sabu Lapas Tpi divonis 8 tahun

Kusni Pranata alias Bujang usai divonis hakim PN Tanjungpinang, Rabu (24/1/2018). Foto: Surya.

TANJUNGPINANG (KP): Kusni Pranata alias Bujang(40), bandar narkoba ini divonis delapan tahun penjara oleh hakim Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Rabu (24/1/2018). Ia terbukti mengendalikan peredaran narkotika dari balik jeruji besi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tanjungpinang.

Ketua Majelis Hakim Iraty Khairul Ummah dalam amar putusannya menyatakan, perbuatan Bujang terbukti memenuhi unsur pasal 114 juncto pasal 132 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009. Hal itu terungkap dalam fakta persidangan.

“Kami menghukum terdakwa selama delapan tahun penjara,” katanya.

Bujang juga didenda Rp1 miliar. Bila uang denda tak sanggup dibayar, hukumannya ditambah enam bulan penjara.

Hukuman tersebut dijatuhkan atas berbagai hal pertimbangan. Hal memberatkan, Bujang sudah pernah dihukum. Hal meringankan, Bujang punya tanggungan keluarga.

Pada persidangan sebelumnya, Bujang dituntut jaksa selama sepuluh tahun penjara. Dalam persidangan saat itu, Bujang meminta keringanan hukuman.

Pasalnya, ia masih menjalani hukuman di Lapas Tanjungpinang. Hukuman yang dijalaninya ini atas kasus pencurian. Karena banyak lokasi aksi pencuriannya, total hukuman yang dijalani Bujang pada 2013 lalu mencapai 4 tahun enam bulan.

“Saya pernah mendapat remisi beberapa kali. Saya akan bebas beberapa bulan lagi,” ungkap Bujang.

Namun, mimpi menghirup udara bebas itu sirna. Bujang tetap mendekam di dalam penjara. Pasalnya, Bujang terbukti sebagai bandar narkoba di Lapas Tanjungpinang.

Data di pengadilan dipaparkan perbuatan Bujang. Berawal saat Bujang dihubungi Cindy Mulia (dihukum enam tahun penjara pada 26 April 2016) pada 28 September 2015 lalu, sekitar pukul 09.00.

Sabu-sabu dipesan ke Bujang sekitar 25 gram. Permintaan Cindy disanggupi.

Satu jam kemudian, Bujang menghubungi Muhamad Haris untuk memesan sabu-sabu 25 gram. Sekita 30 menit kemudian, Bujang dihubungi Haris.

Sabu-sabu yang diminta sudah ada dengan harga Rp18 juta. Bujang mengabarkan informasi itu ke Cindy.

Uang ditransfer Cindy ke rekening BNI atas nama Lingga Wati sebesar Rp19 juta. Kabar uang ditransfer itu disampaikan Haris.

Disampaikan Haris, sabu-sabu yang diminta sudah berada di Gang Putri Payung III, Jalan Sultan Sulaiman, Batu 5 Bawah, Tanjungpinang. Bujang mengabarkan posisi sabu-sabu tersebut ke Cindy.

Disampaikan Cindy, sabu-sabu itu tidak ada. Bujang menghubungi Maman Ranto (dihukum selama sembilan tahun penjara pada 31 Mei 2016), sekitar pukul 17.30.

Maman diminta mencari sabu-sabu yang sudah diletakkan hari itu. Maman diminta Bujang menjual sabu-sabu yang sudah dipesan tersebut agar menjadi uang Rp19 juta.

Kemudian, Maman berangkat ke kediaman Darusman (dihukum tujuh tahun penjara pada 31 Mei 2016). Keduanya mencari sabu-sabu yang sudah dipesan tadi.

Sabu-sabu tersebut ditemukan dalam kotak rokok. Sesampainya di lokasi, tiga pria datang mendekat.

Mereka mengenalkan diri dari Badan Narkotika Nasiona Provinsi (BNNP) Kepri. Keduanya digeledah dan ditangkap.

SURYA

Spread the love

Berita terkait

*

*

Top