Simulasi demo di KPU

Massa beringas diuber pasukan bermotor

Simulasi antisipasi aksi demonstrasi di halaman kantor KPU Tanjungpinang, Rabu (17/1/2018) sore. Foto: Surya.

TANJUNGPINANG (KP): Pihak Polres Tanjungpinang menggelar simulasi aksi demonstrasi di depan kantor Komisi Pemilihan Umum di Jalan Hanjoyo Putro, Batu 8 Atas, Rabu (17/1/2018). Simulasi ini menunjukkan kesiapan kepolisian dalam pemilikan wali kota dan wakil wali kota (Pilwako) pada 27 Juni mendatang.

Kapolres Tanjungpinang AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro sebelum sesi simulasi, Rabu sore, mengatakan, simulasi ini terkait Pilwako Tanjungpinang. Lokasi simulasi digelar di depan kantor KPU.

“Simulasi ini untuk menunjukkan bahwa kami siap melaksanakan pengamanan. Anggota yang mengikuti simulasi berjumlah 110 orang,” ujarnya.

Namun dalam Pilwako sebenarnya, jumlah personel yang dikerahkan bisa mencapai 330 orang. Pengamanan juga akan ditambah dari dukungan kekuatan TNI sekitar 220 personel.

“Skenario singkat simulasi ini fokus pada tahap usai pemungutan suara. Ada massa yang tidak senang dengan hasil pemungutan suara,” jelas Ardiyanto.

Kemudian, situasi dibuat keruh oleh massa. Tim negosiator, Dalmas Awal, dan Dalmas Lanjutan dikerahkan untuk mengantisapai massa yang tidak senang itu berbuat anarki di seputar kantor KPU.

Pantauan Koran Peduli, simulasi diawali dengan kedatangan beberapa pengunjuk rasa. Mereka diadang tim negosiator dari pihak kepolisian.

Situasi semakin memanas dan perwakilan demonstran ini diusur dari area kantor KPU. Sejumlah massa mulai berdatangan.

Awalnya, pasukan Dalmas awal berusaha menenangkan massa. Namun, situasi semakin memanas.

Pasukan Dalmas awal mundur dan digantikan pasukan Dalmas Lanjutan yang dilengkapi pelindung dan tameng. Situasi semakin kacau saat massa membakar ban bekas.

Kobaran api dari ban tersebut berhasil dipadamkan. Massa kembali maju dan melempar botol dan pipa.

Situasi semakin tegang, pasukan pengurasi massa (raimas) bermotor bergerak ke depan. Gas air matas ditembakkan mengurai massa.

Massa yang beringas dikejar hingga memisahkan diri. Di saat yang sama, ketua KPU Tanjungpinang bersama anggotanya dievakuasi ke dalam mobil anti peluru.

SURYA

Spread the love

Berita terkait

*

*

Top