Tipu Kades Bakong Rp215 juta

Dukun palsu dihukum dua tahun penjara

Ronny Peter alias Ronny, dukun palsu usai menjalani persidangan di PN Tanjungpinang. Foto: Surya.

TANJUNGPINANG (KP): Ronny Peter alias Ronny (33) dihukum dua tahun penjara oleh hakim Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Kamis (11/1/2018). Ia terbukti menipu Saipuddin, Kepala Desa Bakong, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, pada 2017 lalu.

Ketua Majelis Hakim Eduart Sihaloho dalam amar putusannya menyatakan, perbuatan Ronny terbukti memenuhi unsur pasal 372 KUHP tentang Penipuan. Hal itu terungkap dalam persidangan. Dalam perkara ini, Ronny dituntut tiga tahun penjara oleh jaksa penuntut.

“Kami menghukum terdakwa selama dua tahun,” ungkapnya.

Data di pengadilan, perkara ini berawal saat Saipuddin datang ke kediaman Ronny untuk berkonsultasi mengenai kesehatan dan pekerjaan. Ronny diketahui sebaga dukun atau ahli pengobatan tradisional.

Dalam pertemuan itu, Saipuddin diberi nasihat. Saipuddin diminta meminum tiga botol air putih yang sudah dijampi-jampi.

Saipuddin disarankan melanjutkan pengobatan pada 10 Juni. Jika pengobatan tidak dilanjutkan, maka Saipuddin akan terkena bala bencana.

Bencana itu seperti banyak orang yang akan menjatuhkan Saipuddin, banyak penyakit, ada penunggu di kantor yang membuat Saipuddin tidak betah. Sebagai Kades Bakong, Saipuddin juga akan mendapat masalah.

Syarat pengobatan lanjutan adalah tujuh ekor ayam cemani, kain hitam, dan jarum tangan satu kotak. Karena syaratnya sulit, Ronny diminta membelikan seluruh perlengkapan pengobatan itu. Uang untuk pembelian itu diserahkan Saipudin sebesar Rp35 juta di Pasir Bulan, Desa Bakong pada 3 Juni 2017.

Pengobatan lanjutan dilakukan Saipuddin pada 10 Juni. Anehnya, ayam cemani yang disyaratkan tidak terlihat.

Meski begitu, pengobatan tetap dilanjutkan Saipuddin. Saat pengobatan itu, Ronny mengatakan bawah akan terjadi permasalahan pada pembangunan Jembatan Desa Bakong.

Uang pembangunan jembatan Rp66 juta diminta Ronny untuk disimpan dan didoakan. Uang itu diserahkan Saipuddin pada 20 Juni. Uang itu dijanjikan Ronny akan dikembalikan pada 9 Agustus.

Selanjutnya, Saipuddin kembali datang. Kali ini, ia ingin berobat masalah “keperkasaan”.

Untuk pengobatan, Saipuddin diminta mahar Rp15 juta. Uang ini akan digunakan untuk membeli lima ekor kambing jantan sebagai persyaratan. Uang itu diserahkan Saipuddin pada 25 Juni.

Pada 29 Juni, uang Saipuddin dipinjam Ronny Rp15 juta. Uang itu akan digunakan untuk memperbaiki lampu yang rusak dan membayar penyanyi. Uang itu diserahkan keesokan harinya.

Di lain hari, Saipuddin kembali datang ke Ronny. Kali ini, adiknya yang sakit keras dibawa untuk berobat.

Disampaikan Ronny, adik Saipuddin menderita penyakit Aids/HIV dan ada makhluk halus yang mengikuti. Jika tidak disingkirkan, maka akan menyebabkan kematian.

Solusinya, pengobatan dengan mahar Rp35 juta untuk membeli tujuh ekor ayam cemani. Uang Rp49 juta diberikan Saipuddin sebagai mahar pada 24 Juli. Uang tersebut juga digunakan untuk membayar delapan kotak minuman beralkohol.

Saipuddin tersadar bawah pengobatan selama ini tak berkhasiat nyata. Uang Rp66 juta juga tak dapat dikembalikan Ronny. Total kerugian Saipuddin sekitar Rp215 juta.

SURYA

Spread the love

Berita terkait

*

*

Top