Eks Bendahara Dinsoskam pakai dana zakat

Raja Muhammad Rizal usai mendengarkan keterangan saksi di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang, Jumat (12/1/2018). Foto: Surya.

TANJUNGPINANG (KP): Persidangan Raja Muhammad Rizal (48) memasuki pemeriksaan saksi dari rekan kerjanya di Dinas Sosial dan Pemakaman (Dinsoskam) Batam. Terungkap, Rizal menggunakan dana umat (dana zakat) untuk kepentingan pribadinya saat ia masih menjabat sebagai Bendahara Pengeluaran pada 2015.

“Para pegawai di Dinsoskam Batam menyimpan zakat di bank melalui bendahara saat itu dijawa Rizal. Suatu saat, saya mencoba membayar sendiri. Saya kaget saat mendengar dari pihak bank bahwa dana zakat tak pernah dibayar bendahara,” ungkap salah seorang saksi, rekan kerja Rizal, dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Tanjungpinang, Jumat (12/1/2018).

Saat ditemui, Rizal mengakui perbuatannya. Dana tersebut dijanjikan Rizal digantinya.

Perbuatan Rizal itu nyaris dilaporkan ke pihak kepolisian. Namun akhirnya, perbuatan Rizal itu ketahuan oleh pihak Inspektorat Daerah Batam.

Usai mendengarkan keterangan para saksi, sidang ditunda hakim hingga pekan depan. Agenda selanjutnya masih pemeriksaan saksi.

Data di pengadilan, perbuatan Rizal ini berawal saat anggaran dikucurkan Pemko Batam pada 2015. Nilai sekitar Rp29.254.577.189,92.

Dana tersebut digunakan untuk belanja pegawai, barang, dan modal. Sebagian dana itu juga digunakan untuk berbagai kegiatan.

Dana untuk kegiatan tersebut akan dikucurkan Bendahara Pengeluaran ke masing-masing Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK). Dalam pelaksanaannya, Rizal memalsukan tanda tangan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dece Awida Ria (Pejabat Penatausahaan Keuangan) dan Pengguna Anggaran (PA) Raja Kamarulzaman (Kepala Dinsoskam). Pemalsuan itu dilakukannya mulai dari 21 Januari hingga 15 Desember 2015.

Pada tahun itu, Dinsoskam Batam juga melakukan kegiatan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dengan anggaran Rp18.726.420.000. Tanda tangan Kuasa Pengguna Angaran (KPA) Akhriani Lili dan Raja Kamarulzaman dipalsukan Rizal dalam pencairan dana RTLH sekitar Rp750 juta pada 15 Desember. Dalam proses pencarian, dana Rp750 juta ini tidak diserahkan Rizal kepada Akhriani Lili dan Dyah Sita Resmi selaku PPTK RTLH.

Di samping itu, dana Tambah Uang Persediaan (TU) sekitar Rp1.181.340.000 (terdiri dari sisa uang sebesar Rp 431.340.000 pada kegiatan RTLH bulan Agustus 2015 ditambah uang sebesar Rp750.000.000 pada Desember) tidak dapat dipertanggungjawabkan penggunaannya oleh Rizal selaku Bendahara Pengeluaran.

Berdasarkan hasil audit dari pihak Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Provinsi Kepulauan Riau diperoleh rincian. Jumlah dana APBD Pemko Batam Tahun Anggaran 2015 yang dicairkan ke Dinsoskam Batam sebesar Rp30.172.315.521. Dana APBD yang digunakan dan dipertanggungjawabkan sebesar Rp28.642.192.272.

Pengembalian Sisa Dana dengan mekanisme Setoran Pengembalian Belanja (SSPB) sebesar Rp24.133.000. Uang yang masih harus dipertanggungjawabkan oleh Rizal sebagai Bendahara Pengeluaran sebesar Rp1.505.990.249.

Uang yang sudah dipertanggungjawabkan oleh Rizal sebagai Bendahara Pengeluaran dalam periode 1 Januari 2016 hingga audit berakhir adalah nihil. Kesimpulannya, penyalahgunaan sisa kas Dinsoskam sekitar Rp1.505.990.249.

SURYA

Spread the love

Berita terkait

*

*

Top