Dua oknum pegawai ASDP Batam divonis

Defi (kiri) dan Fendry usai divonis hakim Pengadilan Tipikor Tanjungpinang, Jumat (13/1/2018). Foto: Surya.

TANJUNGPINANG (KP): Defi Andri dan Fendry Rhofiek Nugroho divonis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungpinang, Jumat (13/1/2018). Defri dihukum satu tahun dua bulan penjara dan Fendry dihukum satu tahun penjara.

Ketua Majelis Hakim Corpioner dalam amar putusannya menyatakan, perbuatan Fendry terbukti memenuhi unsur pasal 9 Undang-Undang Tipikor. Pasal ini tentang pegawai negeri atau orang selain pegawai negeri yang diberi tugas menjalankan suatu jabatan umum secara terus-menerus atau untuk sementara waktu dengan sengaja memalsu buku-buku atau daftar-daftar yang khusus untuk pemeriksaan administrasi.

“Atas perbuatannya, kami menghukum terdakwa selama satu tahun penjara,” katanya.

Fendry juga didenda Rp50 juta. Bila uang denda tak sanggup dibayar, hukumannya ditambah satu bulan kurungan.

Usai persidangan, Jaksa Penuntut Umum Ryan Anugrah mengungkapkan, tuntutan yang dijadukan terhadap Fendry yaitu satu tahun dan enam bulan penjara. Tuntutan yang sama diajukan kepada Defri Andri.

“Hakim menghukum terdakwa Defi Andri selama satu tahun dan dua bulan penjara. Ia juga didenda Rp50 juta subsider satu bulan kurungan. Perbuatan Defri juga memenuhi pasal 9 Undang-Undang Tipikor,” ungkapnya.

Untuk diketahui, Defi dan Fendry ditangkap tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Polda Kepri pada 19 April lalu. Defi menjabat sebagai supervisor (pengawas) di ASDP Pelabuhan Punggur Batam.

Sedangkan Fendry merupakan staf usaha ASDP di bagian loket penjualan tiket kapal RoRo tujuan Tanjubalai Karimun. Keduanya memungut uang jasa kapal RoRo dari pengemudi kendaraan yang hendak menyeberang.

Fendry ditugaskan mengutip uang tersebut atas perintah Defi. Pungutan uang jasa itu tidak didaftarkan karena tidak diberikan tiket.

SURYA

Spread the love

Berita terkait

*

*

Top