Sipir Rutan Tpi temukan napi gantung diri

Jenazah Putra dievakuasi petugas medis dari Rutan ke mobil jenazah RSUD Tanjungpinang, Selasa (2/1/2018). Foto: Istimewa.

TANJUNGPINANG (KP): Muhammad Saputra alias Putra (32) mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di dalam sel Blok Penyengat Rumah Tahanan Negara (Rutan) Tanjungpinang, Selasa (2/1/2018), sekitar pukul 01.40. Mayat narapidana (napi) kasus pencabulan ditemukan sipir yang sedang patroli malam.

Kepala Rutan Tanjungpinang Rony Widiyatmoko menceritakan, sipir yang bertugas dini hari itu mengecek setiap sel di tiap blok tahanan. Pengecekan dimulai pukul 01.30.

“Saat melintas di Blok Penyengat, sipir ini melihat narapidana ini sudah tergantung. Napi ini gantung diri dengan handuk dan baju yang disambung-sambung,” jelas Rony.

Sebuah surat yang diduga ditulis napi ini. Isinya, si napi menyatakan tidak bersalah. Napi asal Tarutung, Sumatera Utara ini menolak hukuman lima tahun penjara.

Dalam pemberitaan pada 7 Desember lalu, Putra berulah dengan menyayat tangannya saat persidangan di Pengadilan Negeri Tanjungpinang. Salah seorang hakim melihat gerakan menyayat tangan itu.

Melihat kejadian ini, persidanghan diskors. Pihak kepolisian yang sedang berjaga di depan pintu sidang diminta segera mengamankan alat bukti dan menenangkan yang bersangkutan.

Saat ditenangkan, Putra masih berteriak. Ia merasa difitnah.

Ia tidak terima dituntut jaksa 8 tahun penjara. Putra segera diamankan oleh petugas jaga tahanan dan kepolisian. Ia segera dilarikan ke rumah sakit.

Setelah mempertimbangkan berbagai hal, majelis hakim yang menyidangkan perkara pencabulan ini menjatuhkan hukuman lima tahun penjara bagi Putra.

SURYA

Spread the love

Berita terkait

*

*

Top