Nakhoda kapal Malaysia didenda Rp200 juta

Musdir menandatangani berkas usai divonis hakim Perikanan Tanjungpinang, Kamis (28/12/2017). Foto: Surya.

TANJUNGPINANG (KP): Musdir, nakhoda kapal ikan berbendara Malaysia ini dihukum denda Rp200 juta oleh hakim Pengadilan Perikanan Tanjungpinang. Ia terbukti menangkap ikan di perairan Laut Natuna tanpa Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI).

Ketua Majelis Hakim Joni dalam amar putusannya, Kamis (28/12/2017), menyatakan, perbuatan Musdir terbukti memenuhi unsur pasal 93 ayat 2 juncto pasal 27 ayat 2 juncto pasal 102 Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan. Musdir menangkap ikan tanpa SIPI di Laut Natuna Utara.

“Kami menghukum terdakwa dengan denda dua ratus juta rupiah. Bila denda tak sanggup dibayar, hukumannya ditambah tiga bulan kurungan,” katanya.

Usai persidangan, Jaksa Penuntut Umum Edi Sutomo menyatakan, tuntutan yang diajukan terhadap Musdir sama dengan putusan hakim. Hanya saja, subsider yang diajukan dalam tuntutan berbeda yaitu enam bulan kurungan.

Berdasarkan data pengadilan, perbuatan ini berawal saat Musdir menakhodai KM PAF 4646 berbendera Malaysia melakukan kegiatan penangkapan ikan di Laut Natuna, Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) pada 10 September lalu. Penangkapan ikan menggunakan pukat harimau.

Saat pukat dimasukkan ke laut, kapal bergerak sekitar empat jam. Ikan hasil tangkapan dimasukkan ke dalam palka.

Pergerakan kapal dicegat kapal patroli KP Orca 02. Dokumen penangkapan ikan berupa SIPI tidak bisa ditunjukkan Musdir.

Hasil penggeledahan ditemukan sekitar 500 kg ikan campur. Akhirnya, kapal, nakhoda, beserta ABKnya dibawa ke pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Batam.

SURYA

Spread the love

Berita terkait

*

*

Top