Dugaan korupsi pengadaan di UMRAH

Berkas lengkap, jaksa susun surat dakwaan

Heri Gultom (Direktur PT Jovan Karya Perkasa) bersama empat tersangka lain digiring ke mobil tahanan, Rabu (27/12/2017). Foto: Surya.

TANJUNGPINANG (KP): Empat tersangka kasus korupsi pengadaan program integrasi sistem akademik dan administrasi Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) dinyatakan jaksa telah lengkap. Surat dakwaan segera disusun pihak jaksa penuntut.

Empat tersangka ini antara lain, Hery Suryadi (Wakil Rektor II UMRAH), Yusmawan (Direktur Utama PT Baya Indonesia, Direktur PT Daham Indo Perkasa, dan pemilik PT Inca), Heri Gultom (Direktur PT Jovan Karya Perkasa), dan Ulzana Ziezie Rachma Ardikusuma (Direktur Utama PT Buana Mita Krida Utama). Keempatnya digiring jaksa ke mobil tahanan Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang.

Kepala Seksi Penuntutan (Kasi Tut) Bidang Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau (Pidsus Kejati Kepri) Siswanto usai penahanan empat tersangka tersebut menyampaikan, proses tahap dua (pelimpahan berkas dan tersangka dari penyidik Polda Kepri ke jaksa penuntut_red) dilakukan di Kejari Tanjungpinang. Karena, lokasi dan tempat tindak pidana korupsi terjadi di Tanjungpinang.

“Segala administrasinya di kejari. Kami akan limpahkan (ke pengadilan tidak pidana korupsi) awal tahun depan. Sebab, kami harus menyempurnakan surat dakwaan,” jelasnya.

Kesempatan yang sama, kuasa hukum Hery Suryadi yaitu Chordelia Sitinjak mengatakan, gugatan praperadilan sudah diajukan ke Pengadilan Negeri Tanjungpinang. Praperadilan dijadwalkan digelar 28 Desember.

“Praperadilan ini terkait penetapan tersangka dan penangkapan. Kami menilai ada kejanggalan. Klien saya ini korban,” ungkapnya.

Pasalnya, Hery Suryadi ditunjuk sebagai Penjabat Pembuat Komitmen (PPK) setelah proses lelang terjadi. Sedangkan pihak yang menetapkan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) akan dibuktikan di persidangan nanti.

“Karena di lelang itu, baru rektor menunjuk orang yang menjadi PPK,” sebut Chordelia.

Diberitakan sebelumnya, kasus ini diselidiki Polda Kepri sejak Januari. Sekitar 80 saksi diperiksa dalam kasus ini. Kasus ditingkatkan ke penyidikan pada 24 Oktober.

Empat orang ditetapkan sebagai tersangka. Dari empat tersangka, salah satunya adalah Wakil Rektor II UMRAH bernama Hery Suryadi. Dalam pengadaan program integrasi sistem akademik dan administrasi UMRAH tahun 2015 ini, Hery berperan sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Anggaran pengadaan program integrasi sistem akademik UMRAH sekitar Rp30 miliar. Lelang dimenangkan oleh PT Jovan Karya Perkasa dengan nilai Rp29 miliar. Menurut ahli, kerugian negara sekitar Rp12 miliar.

SURYA

Spread the love

Berita terkait

*

*

Top