M Nashihan dijebloskan ke Lapas Tpi

M Nashihan saat digiring jaksa Kejati Kepri ke dalam mobil tahanan, Kamis (21/12/2017) malam. Ia ditempatkan di Lapas Tanjungpinang di Gunung Kijang, Kabupaten Bintan. Foto: Surya.

TANJUNGPINANG (KP): Mohammad Nashihan (MN), oknum pengacara, dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tanjungpinang di Kampung Banjar, Batu 18, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Kamis (21/12/2017) malam. Berkas perkara tersangka kasus korupsi ini akan dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungpinang pada Januari 2018.

Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau (Kajati Kepri) Yunan Harjaka dalam konferensi pers mengungkapkan, penangkapan buronan ini dilakukan Tim Adhyaksa Monitoring Center (AMC) Kejaksaan Agung. Tersangka MN ditangkap di salah satu apartemen di Jalan Senopati, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel) pada 20 Desember, sekitar pukul 16.10.

“Setelah penangkapan itu, kami langsung berkoordinasi ke Kejagung untuk membawa tersangka,” jelasnya.

MN dinyatakan buron sejak awal Oktober lalu. Selama ini, ia diketahui di berada sekitar Jakarta.

Dengan penangkapan ini, sejumlah aset bergerak dan tidak bergerak MN sudah disita. Aset tersebut terdapat di daerah Cilandak, Jaksel.

Mengenai lokasi penahanan, MN akan ditempatkan di Lapas Tanjungpinang. Hal ini agar MN dan Syafei (ditahan di Rutan Tanjungpinang) tidak saling mempengaruhi. Berkas perkara MN akan dilimpahkan Januari mendatang.

“Saya mengimbau kepada seluruh buronan Kejati Kepri dimana pun berada agar segera menyerahkan diri. Tidak ada tempat berlindung. Segera menyerahkan diri. Pasti akan tertangkap,” ucap Yunan.

Pantauan Koran Peduli, M Nashihan tiba di Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang sekitar pukul 20.30. Ia langsung dimasukkan ke mobil tahanan. M Nashihan dibawa ke kantor Kejati Kepri untuk diperiksa dokter sebelum dijebloskan ke lapas.

Untuk diketahui, M Nashihan ditetapkan sebagai salah satu tersangka korupsi dana asuransi kesehatan (askes) dan tunjangan hari tua (THT) Pemko Batam. Dana ini disimpan di perusahaan asuransi Bumi Asih Jaya (BAJ).

Syafei sudah berstatus terdakwa di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang. Surat dakwaan dibacakan pada 15 Desember lalu.
Dalam surat dakwaan jaksa penuntut umum, dana Pemko Batam yang disimpan di perusahaan asuransi BAJ disepakati dikembalikan sekitar Rp55 miliar. Seharusnya, uang tersebut ditransfer ke rekening bersama.

Kenyataannya, uang yang seharusnya kembali ke Pemko Batam sudah tidak ada lagi di rekening bersama. Dana ini telah digunakan Syafei dan M Nashihan.

SURYA

Spread the love

Berita terkait

*

*

Top