ADD Bintan dikurangi tahun depan

Bupati Bintan Apri Sujadi saat menyalami warga Desa Dendun, Kecamatan Mantang. Foto: Istimewa.

BINTAN (KP): Pemerintah pusat menerapkan formulasi rasio yang berbeda tentang dana yang diterima oleh desa-desa di seluruh Indonesia. Formulasi rasio tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menurunkan angka kemiskinan.

Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Bintan Ronny Kartika, Minggu (17/12/2017).

“Pusat memiliki formulasi rasio tersendiri dalam menetapkan alokasi Anggaran Dana Desa (ADD). Maka akan terjadi penurunan ADD yang akan diterima 36 desa di Bintan,” ungkapnya.

Akibat formulasi rasio penghitungan Anggaran Dana Desa (ADD) tersebut, maka terjadi penurunan Rp600 pada tahun depan. Selain formulasi rasio angka kemiskinan, pembobotan pada rasio jumlah penduduk, rasio luas wilayah, dan rasio indeks kesulitan geografis suatu daerah juga dicantumkan pemerintah pusat.

Akibatnya, ADD yang paling besar akan diterima Desa Berakit, Kecamatan Teluk Sebong sekitar Rp1,13 miliar. Sedangkan ADD terkecil akan diterima Desa Toapaya Utara, Kecamatan Toapaya, sekitar Rp709 juta.

Sementara itu, Bupati Bintan Apri Sujadi mengatakan, desa yang kesulitan mengelola dana desa sebaiknya belajar dari desa lain. Paling tidak, pemerintah desa berkonsultasi dengan Dinas PMD. Hal tersebut penting agar penyerapan ADD bisa maksimal.

“Kami menyarankan agar setiap proyek dana desa hendaknya dilakukan secara swakelola yang melibatkan masyarakat desa. Sehingga, upah yang dibayarkan diharapkan akan mampu ikut menggerakkan ekonomi masyarakat desa,” sarannya.

REDAKSI

Spread the love

Berita terkait

*

*

Top