Mantan General Cashier Bintan Lagoon disidang

Nuraini berkonsultasi dengan penasihat hukumnya usai mendengar surat dakwaan di PN Tanjungpinang, Kamis (14/12/2017). Foto: Surya.

TANJUNGPINANG (KP): Nuraini (46) menjalani sidang perdananya di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Kamis (14/12/2017). Mantan General Cashier Bintan Lagoon Resort ini didakwa jaksa atas penggelapan uang perusahaan yang mencapai Rp1.153.999.700.

Jaksa Penuntut Umum Haryo Nugroho membacakan surat dakwaan tersebut. Dipaparkan, berawal saat Nuraini yang merupakan karyawan PT Bintan Lagoon Resort menjabat sebagai General Cashier sejak Januari 2006.

“Tugas terdakwa menerima setoran uang tunai harian dari kasir tiap-tiap outlet (pendapatan dari restoran, galeri, dan resepsion). Uang hasil pendapat outlet itu dihitung ulang terdakwa di hadapan pejabat pengamanan hotel,” katanya.

Setelah hitungan sesuai, maka pendapat dicatat dalam pembukuan. Uang hasil pendapat hotel disetor Nuraini ke rekening perusahaan di May Bank.

“Pihak May Bank menjemput langsung ke hotel pada Senin, Rabu, dan Jumat. Sebelum pihak bank menjemput uang dari hotel, Nuraini mengambil sebagian uang tersebut antara Rp200 ribu hingga Rp5 juta,” ungkap JPU Haryo.

Perbuatan itu dilakukan Nuraini hingga November 2016. Pihak Departemen Keuangan PT Bintan Lagoon Resort melakukan audit. Awalnya, uang hasil pendapat hotel tidak disetorkan beberapa hari pada September 2016.

Atasan Nuraini yaitu Syahrul Caniago meminta bukti slip setoran. Namun, Nuraini tidak bisa menunjukkan.

“Dengan terungkapnya perbuatan Nuraini, pihak perusahaan memanggil Abdulrahman Hasil Salipu dari kantor Akuntan Publik. Pihak perusahaan melakukan audit internal,” jelas JPU Haryo.

Hasil audit ditemukan penyimpangan uang hasil pendapatan hotel yang dilakukan Nuraini sejak 2006 hingga 2016. Nilainya mencapai Rp1.153.999.700.

Atas perbuatannya, Nurani dijerat dengan pasal 374 KUHP juncto pasal 64 KUHP. Pasal ini tentang penggelapan dalam jabatan yang dilakukan secara berlanjut.

SURYA

Spread the love

Berita terkait

*

*

Top