Pulau Bakung layak disinggahi kapal besar

Bupati Lingga Alias Wello (kaus biru) memimpin ekspedisi ke pulau Bakung bersama tim peneliti dari kementerian, beberapa waktu lalu. Foto: Istimewa.

SENAYANG (KP): Alur laut di perairan sekitar Pulau Bakung, Desa Pasir Panjang dan Desa Tanjung Kelit, Kecamatan Senayang, layak dilayari dan disinggahi kapal besar pengangkut barang atau sapi berbobot 50 ribu ton. Pasalnya, kedalaman laut di sekitar pulau Bakung mencapai 18 meter pada posisi Low Water Spring (LWS) atau air laut surut terendah.

Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Operasi Distrik Navigasi Kelas 1 Tanjungpinang Agus Arifianto saat menjadi narasumber pada acara Focus Group Discussion (FGD) di Hotel Harmoni, Batam, pekan lalu.

“Posisi pulau Bakung berada di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) wilayah I. Pulau ini memiliki nilai strategis karena terhubung langsung dengan laut Natuna yang merupakan rute lalu lintas pelayaran domestik dan internasional,” katanya.

Posisi Pulau Bakung yang berada di wilyah ALKI I ini, dapat diperuntukkan bagi kapal-kapal luar negeri yang berasal dari arah Australia, Singapura, dan Malaysia. Alur ini juga dilintasi kapal-kapal dari Sumatera, Jakarta, dan dari pulau Jawa lainnya.

Lapor presiden

Berdasarkan data kajian teknis pendahuluan dari Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) terkait daya dukung lahan untuk penyediaan hijauan pakan dan pasokan air bersih, pulau Bakung sudah memenuhi syarat sebuah pulau karantina.

“Daya dukung lahan sudah terpenuhi. Alur laut pelayaran juga sangat mendukung masuknya kapal-kapal besar pengangkut sapi dari luar negeri. Sekarang tinggal menunggu keputusan terbaik dari pemerintah,” kata Bupati Lingga Alias Wello, Minggu (10/12/2017).

Hasil kajian teknis pendahuluan dari Fakultas Peternakan UGM dan FGD tentang Pulau Bakung sebagai pulau karantina sudah dilaporkan ke Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Presiden RI Joko Widodo.

“Mudah-mudahan, presiden segera menyetujui. Sebab, membangun dari pinggiran ini merupakan bagian dari program Nawa Cita Presiden dan Wakil Presiden,” ucap Awe, sapaan akrabnya.

Sebagaimana diketahui, pulau Bakung memiliki luas 5.716 hektare. Pulau ini diajukan untuk dimanfaatkan sebagai pulau karantina.

Pulau ini akan dijadikan tempat mengisolasi puluhan ribu ekor sapi indukan yang diimpor dari negara zona. Setelah dikarantina, sapi impor tersebut disebar ke sentra peternakan di seluruh Indonesia.

REDAKSI

Spread the love

Berita terkait

*

*

Top