Dua kasat tangkap oknum polisi jual sabu

Dasta Analis (mantan Kasat Narkoba Polres Bintan) saat persidangan di PN Tanjungpinang, Rabu (6/12/2017). Foto: Surya. Dasta Analis (mantan Kasat Narkoba Polres Bintan) saat persidangan di PN Tanjungpinang, Rabu (6/12/2017). Foto: Surya.

TANJUNGPINANG (KP): Dua kepala satuan (Kasat) Polres Tanjungpinang memimpin penangkapan oknum polisi Polres Bintan pada Juni lalu. Oknum anggota Satuan Narkoba tersebut diketahui menjual barang bukti sabu-sabu tangkapan 16 kg.

Helen, salah seorang penangkap menceritakan kejadian itu di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Rabu (6/12/2017). Berawal saat pada 18 Juni, sekitar pukul 20.30.

Informasi tentang transaksi narkoba diperoleh. Transaksi akan dilakukan di Jalan Hutan Lindung, Suka Berenang, Tanjungpinang.

“Penangkapan dipimpin Kasat Narkoba M Jaiz. Seluruhnya ada tujuh orang bersama anggota,” ungkapnya.

Informasi itu ditelusuri. Seorang pria terlihat duduk di depan rumah warga. Pria itu didekati dan ditangkap serta digeledah.

“Ia mengaku bernama Dwi Supriyanto. Ia datang dari Tanjunguban dan membawa narkoba,” ucap Helen.

Sabu-sabu disimpan di dalam mobil Innova yang dikemudikannya. Mobil tersebut digeledah.

Tiga paket sabu-sabu ditemukan. Pengakuan Dwi, ia diperintah Abdul Kadir, seorang oknum Polres Bintan.

“Ia mengaku akan menjual sabu-sabu itu ke seseorang bernama Barat,” jelas Helen.

Keberadaan Kadir dilacak Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang saat itu. Keberadaan Kadir diketahui di sekitar simpang sebuah masjid, Tanjunguban.

Sinyalnya berhenti di simpang masjid. Sinyal tersebut berasal dari mobil Honda Jazz. Hanya telepon seluler yang terlihat di dalam mobil.

“Saat kami datang, mobil tersebut kosong. Kami melihat Kadir sekitar jam dua belas malam,” sebut Helen.

Kasat narkoba dan kasat reskrim mencari keberadaan Kadir. Kadir terlihat duduk bersama Kurniawan Tambunan.

Kadir ditangkap. Sedangkan Kurniawan belum diketahui peranannya saat itu. Diakui Kadir bahwa Dwi Supriyanto adalah informannya.

Kadir dibawa ke Polres Tanjungpinang. Dalam interogasi, sabu-sabu yang dibawa Dwi Supriyanto diakui diberikan Kadir. Sabu-sabu bagian dari barang bukti atas penangkapan tersangka narkoba 16 kg.

“Cerita Kadir, sabu-sabu itu adalah barang bukti yang diambil melalui rekan-rekannya di satu unit. Ada keterlibatan Tambunan sebagai pengambil kunci dari Joko Arifianto,” ungkap Helen.

Joko diketahui sebagai Kepala Urusan Administrasi dan Ketatatusahaan. Barang bukti 16 kg itu disimpan di dalam brankas Polres Bintan. Sabu-sabu yang diambil sekitar 5 ons (sekitar 500 gram).

“Keterangan Kadir, barang bukti itulah yang dijualnya,” terang Helen.

Dari pengakuan itu, rekan-rekan Kadir yaitu Joko, Indra, dan Tomy ditangkap. Indra berperan sebagai orang yang turut serta dan mengetahui.

Sedangkan Tomy berperan sebagai orang yang menyerahkan hasil penjualan sabu-sabu. Sebagian uang hasil penjualan disimpan di dalam rekening milik Dwi Supriyanto.

“Keterangan Kadir, Joko, dan Indra bahwa mereka diperintah Kasat Narkoba AKP Dasta Analis,” tutur Helen.

SURYA

Berita terkait

*

*

Top