Pulau karantina solusi swasembada daging

Bupati Lingga Alias Wello memberikan cendera mata kepada Ketua Badan Legislasi DPR Firman Soebagyo usai mengikuti FGD tentang Pulau Karantina di Batam, Rabu (6/12/2017). Foto: Istimewa. Bupati Lingga Alias Wello memberikan cendera mata kepada Ketua Badan Legislasi DPR Firman Soebagyo usai mengikuti FGD tentang Pulau Karantina di Batam, Rabu (6/12/2017). Foto: Istimewa.

BATAM (KP): Pulau Bakung tengah diusulkan sebagai lokasi karantina sapi. Pulau ini digadang-gadang sebagai solusi swasembada daging.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Badan Legislasi DPR Firman Soebagyo usai mengikuti Forum Group Discussion (FGD) tentang Pulau Karantina yang digelar Pemerintah Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau (Kepri), di Hotel Harmoni, Nagoya, Batam, Rabu (6/12/2017).

“Kalau pemerintah tidak berani mengambil keputusan membangun pulau karantina, maka kita tidak akan pernah terbebas dari ketergantungan impor sapi dari Australia,” katanya.

Anggota Komisi IV DPR dari daerah pemilihan Jawa Tengah ini mengaku salut dengan Bupati Lingga Alias Wello. Bupati ini dinilai berani memprakarsai pembangunan pulau karantina di Pulau Bakung, Desa Pasir Panjang dan Desa Tanjung Kelit, Kecamatan Senayang. Pulau karantina ini diusulkan dibangun demi kepentingan Indonesia.

“Jujur, saya salut dan apresiasi atas apa yang dikerjakan oleh bupati Lingga hari ini. Apalagi, semangatnya tidak lagi untuk kepentingan daerah, tapi untuk kepentingan nasional, bangsa, dan negara. Mari kita dukung dan perjuangkan bersama,” ungkap anggota Fraksi Partai Golkar ini.

Kesempatan yang sama, Bupati Lingga Alias Wello mengatakan, keberaniannya mengusulkan Pulau Bakung sebagai pulau karantina didasari kajian ilmiah dari Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM). Dinyatakan, daya dukung lahan untuk penyediaan hijauan pakan dan pasokan air bersih, cukup memadai di pulau itu.

Selain itu, pulau Bakung memiliki luas sekitar 5.716 hektare. Kondisi geografisnya strategis karena berada di lintasan pelayaran domestik dan internasional. Posisinya yang berbatasan langsung dengan Kota Batam, Singapura, dan Malaysia.

“Tadi, Distrik Navigasi Kelas 1 Tanjungpinang melaporkan bahwa alur pelayaran di sekitar perairan pulau Bakung itu memiliki kedalaman 18 meter. Perairan di sekitar pulau Bakung layak dilalui serta disinggahi kapal-kapal besar pengangkut sapi,” ungkap Awe, sapaan akrabnya.

Solusi untuk mencapai target swasembada daging dan lumbung pangan dunia tahun 2045, hanya bisa dipenuhi dengan mempercepat pembangunan pulau karantina. Seban Pulau Karantina ini sangat berperan menampung sapi impor dari zona dengan harga murah untuk dilakukan tindakan karantina.

Sebagaimana diketahui, Kabupaten Lingga yang berada pada ujung paling Selatan di Kepri. Lingga memiliki 604 pulau besar dan kecil. Sekitar 98 pulau di antaranya sudah berpenghuni dan sisanya sekitar 506 pulau masih kosong.

Hadir sebagai narasumber dalam acara FGD tersebut, yakni Sekretaris Badan Karantina Pertanian Sujarwanto, Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani Mulyanto, Direktur Kesehatan Hewan Ditjen Peternakan Fajar Sumping Tjatur Rasa, Direktur Pusat Teknologi Produksi Pertanian BPPT Arief Arianto, Fakultas Peternakan UGM Nafiatul Umami, dan Kepala Bidang Operasi Distrik Navigasi Kls I Tanjungpinang Agus Arifianto.

REDAKSI

Berita terkait

*

*

Top