Biaya pemeliharaan KRI ditelaah BPK

Danlantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI R Eko Suyatno bersama Pengendali Teknis Tim Wasrik BKP Iwan Gunawan di Ruang Rapat, Senin (1/12/2017). Foto: Dispen. Danlantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI R Eko Suyatno bersama Pengendali Teknis Tim Wasrik BKP Iwan Gunawan di Ruang Rapat, Senin (1/12/2017). Foto: Dispen.

TANJUNGPINANG (KP): Tim Pengawas dan Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (Wasrik BPK) menelaah biaya pemeliharaan kapal perang. Tim Wasrik BPK berjumlah tujuh orang ini juga memeriksa administrasi keuangan di Lantamal IV pada 4-6 Desember.

Danlantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI R Eko Suyatno saat menerima Wasrik BPK di Ruang Rapat, Senin (1/12/2017), mengatakan, kegiatan Wasrik BPK mempunyai dua makna strategis. Pertama, wahana yang tepat untuk memberikan informasi-informasi baru tentang berbagai kebijakan dan arahan yang digariskan pemerintah. Kedua, kegiatan Wasrik BPK ini sebagai sarana yang efektif dalam menerima masukan tentang berbagai kendala dan permasalahan yang menghambat pencapaian tugas pokok guna diteruskan kepada pemerintah.

“Saya instruksikan kepada seluruh satuan kerja yang menjadi objek pemeriksaan. Agar, tim Wasri BPK diberikan data yang sebenarnya,” tegasnya.

Kesempatan yang sama, Pengendali Teknis Tim Wasrik BKP Iwan Gunawan mengatakan, sasaran Wasrik ini meliputi perencanaan pemeliharaan, pemeliharaan dan hasil pengadaan (suku cadang dan bahan bakar minyak serta pelumas). Aspek efektivitas, efisiensi, dan ekonomis pemeliharaan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) dalam mendukung operasi TNI AL akan dinilai.

“Kami memerlukan kerja sama yang baik antara pimpinam satuan kerja dengan menyediakan data, dokumen, dan informasi yang diperlukan. Ketidakcukapan data yang diterima dapat berdampak pada ketidakcukupan bukti yang dapat mempengaruhi kesimpulan,” jelasnya.

REDAKSI

Berita terkait

*

*

Top