Kurir sabu Malaysia divonis 9 tahun penjara

Zulkarnaen Efendi alias Urip diborgol petugas jaga tahanan usai persidangan di PN Tanjungpinang, Kamis (30/11/2017). Foto: Surya. Zulkarnaen Efendi alias Urip diborgol petugas jaga tahanan usai persidangan di PN Tanjungpinang, Kamis (30/11/2017). Foto: Surya.

TANJUNGPINANG (KP): Zulkarnaen Efendi alias Urip (45) divoni sembilan tahun penjara. Ia terbukti membawa 14 bungkus sabu-sabu seberat 129, 19 gram dari Malaysia.

“Kami menghukum terdakwa selama sembilan tahun penjara,” kata Ketua Majelis Hakim Monalisa Siagian dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Kamis (30/11/2017).

Warga Desa Bungtiang, Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat ini juga didenda Rp800 juta. Bila uang denda tak sanggup dibayar, hukumannya ditambah tiga bulan penjara.

Sebelumnya, jaksa penuntut mengajukan tuntutan 12 tahun penjara bagi Urip. Salah satu pertimbangan majelis hakim, Urip belum pernah dihukum.

Data di pengadilan, berawal saat Urip mengambil 14 kantong plastik berisi sabu-sabu di kebun sawit tempatnya bekerja pada 28 Juli, sekitar pukul 10.00 waktu Malaysia. Urip langsung menuju Pelabuhan Stulang Laut.

Di ruang tunggu pelabuhan, dua paket sabu-sabu disembunyikan di dalam kotak rokok Winston. Dua paket disembunyikan di dalam kotak rokok Ray.

Dua kotak rokok itu dimasukkan ke dalam ransel yang disandangnya. Selanjutnya, Urip menuju kantin dengan membeli minyak kelapa.

Lalu, Urip masuk ke kamar kecil. Dua paket sabu-sabu disembunyikan di dalam anus.

Urip masuk ke kapal MV Marina Indah 8 tujuan Tanjungpinang (Provinsi Kepulauan Riau). Kapal berangkat pukul 13.00.

Dalam perjalanan, dua paket sabu-sabu dikeluarkan dari kotak rokok Winston. Dua paket dipindahkan ke celana dalam.

Kapal merapat di Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura Tanjungpinang, sekitar pukul 15.00. Keluar dari kapal, Urip melewati petugas Imigrasi untuk cap paspor.

Pemeriksaan dilanjutkan oleh petugas Bea dan Cukai. Barang bawaan Urip diperiksa mesin X-ray.

Curiga, Urip dipanggil dan digeledah. Kotak rokok Wiston ditemukan di celana dalam.

Urip diamankan di ruang pemeriksaan. Sabu-sabu di dalam kotak rokok Winston ditemukan.

Urip dibawa ke kantor Bea dan Cukai. Tas ransel Urip digeledah.

Delapan paket sabu-sabu ditemukan di lipatan celana dalam tas ransel. Dua paket sabu-sabu di dalam kotak rokok Ray ditemukan di dalam sabu celana jins.

Seperangkat alat hisap sabu-sabu (bong) juga ditemukan petugas. Urip diminta mengeluarkan dua paket sabu-sabu dari anus.

Jumlah sabu-sabu yang disita 14 paket. Penimbangan pihak berwenang, sabu-sabu itu seberat 129,19 gram.

SURYA

Berita terkait

*

*

Top