Dipantau sejak satu bulan lalu

Dua kurir 5,5 kg sabu diadang polisi di laut

Kapolres Tanjungpinang AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro menujuk tiga jenis pil ekstasi dari Malaysia saat pers rilis, Rabu (29/11/2017). Foto: Surya. Kapolres Tanjungpinang AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro menujuk tiga jenis pil ekstasi dari Malaysia saat pers rilis, Rabu (29/11/2017). Foto: Surya.

TANJUNGPINANG (KP): AN (24) dan HA (31) ditangkap polisi di perairan Tanjungpinang, Senin (27/11/2017) tengah malam. Boat pancung (sampan kecil dengan mesin 40 PK) yang digunakan keduanya bermuatan 5,5 kg sabu-sabu dan 1.865 butir pil ekstasi.

Kapolres Tanjungpinang AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro dalam pers rilis, Rabu (29/11/2017), memaparkan kronologi penangkapan. Berawal saat informasi diperoleh anggota Sat Narkoba dari masyarakat, sekitar satu bulan lalu. Disampaikan, narkoba dari Malaysia akan masuk melalui perairan Berakit, Kabupaten Bintan.

“Atas informasi itu, kami membentuk tim khusus yang dipimpin Wakapolres Kompol Andy Rahmansyah untuk melaksanakan penyelidikan,” jelasnya.

Informasi kembali diperoleh pada 26 November, sekitar pukul 22.00. Disampaikan, boat pancung yang bermuatan narkoba bergerak menuju ke perairan Tanjungpinang.

“Kasat Narkoba AKP M Jaiz bersama Kaur Bin Ops Ipda Farid Nur Aziz melaporkan informasi ini ke Wakapolres Kompol Andy Rahmansyah. Rencana penangkapan disusun,” katanya

Tim penangkap dibagi dua, di darat dan di laut. Dua anggota Sat Narkoba ditugaskan melakukan penyelidikan.

“Kami menyewa boat pancung untuk melakukan pemantauan. Boat pancung dengan ciri-ciri yang disebutkan terlihat melintas di perairan Pelantar II, pada 27 November, sekitar pukul 00.30. Speedboat itu dikejar dan berhasil dihentikan di depan Pelantar Sulawesi,” ungkap Ardiyanto.

Dua pria di dalam kapal diamankan. Keduanya berinisial AN dan HA. Barang bukti yang diamankan berupa sabu-sabu dan pil ekstasi.

“Keduanya mengaku hanya sebagai kurir. Barang berasal dari Malaysia melalui Berakit,” ucap Ardiyanto.

Pengakuan kedua tersangka, situasi Desa Berakit tidak kondusif. Diputuskan, narkoba ini dibawa ke Tanjungpinang.

Boat pancung tersebut ditarik ke Pelantar I, kantor Sat Polair. Dengan disaksikan salah seorang warga, boat pancung itu digeledah. Dua tas ditemukan di palka depan.

Saat digeledah, dua jenis narkoba ini dibungkus dalam kemasan teh Cina merek Guanyinwang. Ada enam bungkus teh Cina saat itu.

Satu paket pil ekstasi warna pink berlogo “B” sebanyak 874 butir. Satu paket lagi warna oranye sebanyak 891 butir, dan abu-abu 100 butir. Sedangkan hasil penimbangan sabu-sabu, berat bersihnya sekitar 5.580,12 gram (5,5 kg).

“Setelah kami uji dengan alat tes narkoba, sabu-sabu ini berkualitas bagus,” sebut Ardiyanto.

Disampaikan, Tanjungpinang hanya sebagai transit sebelum dikirim ke beberapa wilayah. Narkoba dan pil ekstasi ini seluruhnya berasal dari Malaysia melalui Berakit karena diduga banyak pelabuhan tikus,” tegas Ardiyanto.

Kedua tersangka berkewarganegaraan Malaysia. AN adalah warga Jalan Muhammad Ali, Desa Berakit, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan. HA (31), warga Jalan Hang Jebat, Kelurahan Sungai Lumpur, Dabo, Singkep, Kabupaten Lingga.

SURYA

Berita terkait

*

*

Top