Korupsi aset Pemkab Anambas

Mantan Kacab BSM divonis 18 bulan penjara

Mantan Kacab BSM Tanjungpinang Khoirur Rijal keluar dari ruang sidang usai divonis hakim PN Tipikor Tanjungpinang, Senin (27/11/2017) malam. Foto: Surya. Mantan Kacab BSM Tanjungpinang Khoirur Rijal keluar dari ruang sidang usai divonis hakim PN Tipikor Tanjungpinang, Senin (27/11/2017) malam. Foto: Surya.

TANJUNGPINANG (KP): Khoirur Rijal A Rahman (46) dihukum selama satu tahun dan enam bulan penjara oleh hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Tanjungpinang, Senin (27/11/2017). Sedangkan Ipan (51), mantan Bendahara Umum Daerah (BUD) Pemkab Kepulauan Anambas, divonis satu tahun penjara.

Pembacanaan amar putusan oleh Ketua Majelis Hakim Iriaty Khairul Ummah ini digelar terpisah. Ipan disidang di awal.

“Kami menghukum terdakwa selama satu tahun penjara,” katanya.

Ipan juga didenda Rp50 juta. Bila uang denda tak sanggup dibayar, hukumannya ditambah dua bulan kurungan. Kerugian negara sudah diganti Ipan ke penyidik Pidsus Kejati Kepri seluruhnya, Rp208 juta.

“Saya terima hukuman ini,” ucap Ipan kepada majelis hakim.

Kemudian, sidang dilanjutkan dengan pembacaan putusan terhadap Khoirur Rijal, mantan Kepala Cabang Bank Syariah Mandiri Tanjungpinang.

“Kami menghukum terdakwa selama satu tahun dan enam bulan penjara,” ucap Hakim Iriaty.

Khoirur Rijal juga didenda Rp50 juta atau subsider dua bulan kurungan. Kerugian negara belum diganti sebesar Rp139.000.775.

“Jika uang negara tidak dapat diganti setelah satu bulan amar putusan ini dibacakan, maka hukuman terdakwa ditambah satu tahun penjara,” tegas Hakim Iriaty.

Mendengar putusan itu, Khoirur Rijal menyatakan pikir-pikir selama tujuh hari ke depan.

Untuk diketahui, perbuatan Ipan dan Khoirur Rijal dipaparkan. Berawal saat Khoirur Rijal selaku Kepala Cabang Bank Syariah Mandiri Tanjungpinang dan Silvia Permatasari bertemu Tengku Mukhtaruddin (dalam proses persidangan) selaku Bupati Anambas di Hotel Menara Peninsula Jakarta Barat pada Januari 2011. Kedua belah pihak membicarakan rencana penempatan kas umum daerah Pemkab Anambas di Bank Syariah Mandiri (BSM) cabang Tanjungpinang.

Dalam pertemuan itu, Khoirur Rijal menawarkan produk-produk perbankan. Produk perbankan yang dipilih yaitu nisbah (bunga bagi hasil).

Namun, Mukhtaruddin meminta dalam bentuk barang. Sebab, ia ingin memberikan sepeda motor Honda tipe Mega Pro sebanyak 25 unit ke setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Setelah disepakati, rekening kas umum daerah Pemkab Anambas dibuat pada 2 Februari 2011 di BSM Tanjungpinang. Kepala Bagian Keuangan sekaligus Bendahara Umum Daerah (BUD) Kabupaten Anambas Ipan memerintahkan bawahannya, Surya Darma Putra mengambil dokumen pembukaan rekening giro di BSM Tanjungpinang.

Berkas-berkas tersebut dibawa pulang ke Anambas untuk dilengkapi dokumen dan tanda tangan pembukaan rekening. Setelah dokumen dilengkapi, saldo awal dibuka sebesar Rp40 miliar pada 28 Februari. Saldo ditambah Rp20 miliar pada 1 Maret.

Khoirur Rijal membuat surat ke Divisi Treasuri dan Perbankan Internasional di kantor pusat BSM. Surat itu tentang pengajuan permohonan pemberian special treatment untuk penempatan dana kas umum daerah Pemkab Anambas.

Surat itu disetujui pada 8 Maret. Selanjutnya, Pemkab Anambas menyimpan dana dalam bentuk deposito sebesar Rp30 miliar pada 4 April.

Atas penempatan dana itu, pihak BSM Tanjungpinang memberikan hadiah berupa 25 unit sepeda motor. Pembagian hadiah sepeda motor itu diurus Surya Darma Putra atas perintah Mukhtaruddin.

Sepeda motor itu dibagikan kepada Ipan, Radja Tjelak Nur Djalal (Sekda Anambas), Khoirur Rijal, Silvia Permatasari (pegawai BSM Tanjungpinang), dan Mukhtaruddin (dua unit). Sedangkan sisa sepeda motor sebanyak 18 unit dijual dengan harga Rp262 juta.

Masih atas perintah Mukhtaruddin, uang hasil penjualan sepeda motor dibagi-bagi dalam bentuk tunai. Mukhtaruddin mendapat Rp222 juta, Ipan Rp15 juta, Radja Tjelak Nur Djalal Rp15 juta, dan Surya Darma Putra Rp10 juta. Sepeda motor hadiah dari BSM Tanjungpinang ini tidak didaftarkan sebagai aset Pemkab Anambas.

Sekitar pertengahan 2011, atas perintah Ipan, Surya Darma Putra kembali diminta menemui Silvia. Pertemuan itu membahas hadiah mobil Toyota Avanza dari deposito yang disimpan.

Kemudian, Pemkab Anambas diminta menyimpan dana deposito Rp30 miliar pada 10 Juli. Mobil Toyota Avanza sebagai hadian dari bank atas penempatan dana dalam bentuk deposito diserahkan ke Pemkab Anambas pada 14 Desember.

Namun, mobil Toyota Avanza BP 1594 TG itu atas nama Galih Soeriswanto. Mobil itu diantar ke kediaman Ipan di daerah Kijang, Bintan Timur. Mobil ini tidak didaftarkan sebagai aset Pemkab Anambas.

Kemudian, pada 21 November 2011, penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara BSM Tanjungpinang dengan Pemkab Anambas ditandatangani. MoU itu tentang Jasa-jasa Perbankan.

Keesokan harinya, Silvia bersama Khoirur Rijal bersilaturrahmi ke kediaman Mukhtaruddin di Tarempa. Mukhtaruddin berniat menempatkan dana baru.

Hadiah yang diminta berupa mobil Toyota Fortuner. Awal 2012, Ipan memerintahkan Surya Darma Putra menemui Silvia di BSM Tanjungpinang.

Pertemuan itu membahas hadiah mobil Fortuner. Pada 28 Maret 2012, Pemkab Anambas menempatkan dana Rp202,5 miliar dalam bentuk giro autosave dan deposito.

Sesuai ketentuan BSM, nasabah berhak mendapatkan nisbah (bagi hasil) sebesar 55 persen atas penempatan dana di giro autosave bila saldo rata-rata di atas Rp5 miliar. Pemberian hadiah berupa mobil Fortuner diajukan ke BSM pusat pada 13 April.

Pengajuan hadiah ini disetujui. Khoirur Rijal mencari mobil Toyota Fortuner di Jakarta.

Pasalnya, mobil jenis ini belum ada di Tanjungpinang maupun Batam. Mukhtaruddin memerintahkan Ipan membuat surat kuasa dan memberikan kuasa kepada Tjam Memy Theresia.

Nama ini dicantumkan di STNK dan BPKB mobil Fortuner B 1002 BJG. Surat kuasa tersebut ditandatangani oleh pemberi kuasa Ipan.

Mobil ini diserahkan Khoirur Rijal ke sopir Mukhtaruddin bernama Wawan di Jakarta pada 27 April. Mobil ini digunakan Mukhtaruddin untuk keperluan pribadi, termasuk untuk kegiatan sosialisasi calon Gubernur Riau pada 2013. Mobil ini tidak ada dalam daftar aset Pemkab Anambas.

SURYA

Berita terkait

*

*

Top