Daerah penghasil kelapa bentuk KNKPK

Bupati Lingga Alias Wello bersama Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo (bertopi) mendampingi Ketua DPN HKTI Jenderal (Purn) Moeldoko, Senin (27/11/2017). Foto: Istimewa. Bupati Lingga Alias Wello bersama Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo (bertopi) mendampingi Ketua DPN HKTI Jenderal (Purn) Moeldoko, Senin (27/11/2017). Foto: Istimewa.

GORONTALO (KP): Sekitar 97 Kabupaten penghasil kelapa di Indonesia sepakat membentuk Koalisi Nasional Kabupaten Penghasil Kelapa (KNKPK). Kesepakatan itu diputuskan dalam sebuah acara Temu Nasional Bupati Pemerhati Kelapa di Bumi Perkemahan Bongohulawa, Gorontalo, Senin (27/11/2017).

Bupati Lingga Alias Wello terpilih sebagai salah satu anggota tim formatur bersama 17 orang bupati lainnya, seperti Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo, Bupati Buol Amirudin Rauf, Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur, Wakil Bupati Kepulauan Meranti Said Hasyim, dan Bupati Indragiri Hilir Riau.

“Jumlah anggota koalisi yang sudah terverikasi sebagai kabupaten penghasil kelapa di Indonesia ada 97, termasuk Lingga,” ungkap Awe, sapaan akrabnya.

Keputusan pembentukan koalisi nasional ini dilandasi dengan semangat kebersamaan untuk mengembalikan kejayaan kelapa Indonesia di mata dunia internasional. Sejak beberapa tahun terakhir, nama Indonesia yang pernah menjadi penghasil kelapa terbesar dunia dengan luas areal 3,88 juta hektare, telah beralih ke India dan Srilanka.

“Kenapa bisa begitu? Karena selama ini, komoditas tanaman kelapa yang 97 persen merupakan milik rakyat, tak tersentuh program peremajaan oleh pemerintah. Penyebab lainnya, adanya alih fungsi lahan dari perkebunan kelapa dalam menjadi perkebunan kelapa sawit,” jelas Awe.

Ia berharap, ke depan setelah kelembagaan KNKPK ini terbentuk, kelapa juga bisa masuk ke istana Presiden seperti halnya kopi dan komoditas pangan lainnya. Dengan demikian, anggapan sebagian orang bahwa kelapa adalah komoditas anak tiri tidak terdengar lagi.

Sebagaimana diketahui, sejak dilantik menjadi Bupati Lingga pada tanggal 17 Februari 2016 lalu, Awe langsung memimpin gerakan menanam kelapa dalam program 100 hari kerja pemerintahannya di salah satu pulau kosong, yakni di Pulau Talas, Kecamatan Senayang.

Acara temu nasional ini digagas Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo yang dihadiri Ketua DPN Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jenderal (Purn) Moeldoko, Staf Kepresidenan Albert Nego Tarigan, Direktur Eksekutif Asian and Pasific Coconut Community (APCC) Uron Salum, Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim, dan sejumlah bupati di Indonesia.

REDAKSI

Berita terkait

*

*

Top