Satu nama calon wagub akan ditetapkan

DPRD Kepri jangan langkahi aturan

Ketua DPD AMTI Kepri Baharuddin Rahman. Foto: Istimewa. Ketua DPD AMTI Kepri Baharuddin Rahman. Foto: Istimewa.

TANJUNGPINANG (KP): Proses pengisian posisi wakil gubernur (wagub) di DPRD semakin liar. Meski masih satu nama, DPRD dengan panitia pemilihan (panlih) akan menetapkan satu nama menjadi calon tetap wagub Kepri.

“DPRD jangan melangkah di luar undang-undang. DPRD ini ‘KPU’nya pilwagub. Dalam menjalankan tugasnya, ‘KPU’ tidak bisa menerjemahkan apalagi melangkahi aturan yang ada,” kata Ketua DPD Angkatan Muda Thareqat Islam (AMTI) Kepri Baharuddin Rahman dalam siaran persnya, Rabu (15/11/2017).

Berdasarkan undang-undang dan tata tertib (tatib), dua nama harus ditetapkan DPRD sebelum dipilih. Sikap DPRD ini menimbulkan tanda tanya besar.

“Jika dewan tetap nekat menetapkan satu nama, saya khawatir kepercayaan masyarakat terhadap wagub terpilih akan hilang. Tak hanya itu, masyarakat juga akan menduga-duga bahwa proses yang terjadi di lembaga legislatif ini hanya dagelan politik untuk kepentingan seseorang atau golongan,” ucap Bahar.

Padahal, masyarakat berharap sosok wagub terpilih nanti bukan sekadar pendamping gubernur. Namun, seorang wagub bisa saling bersinergi, saling mengisi, dan bahu- membahu. Karena itu, panlih diminta memberikan waktu yang leluasa kepada gubernur dan partai politik (parpol) pengusung.

“Biarkan partai dengan mekanismenya bersama dubernur menemukan satu nama,” saran Bahar.

Di sisi lain, parpol pengusung juga diminta mendelegasikan wewenangnya kepada gubernur. Supaya, nama wakil yang diinginkan dapat dipilih gubernur sesuai hatinya.

“Membiarkan gubernur bekerja dengan wakil yang bukan pilihannya justru akan menghambat proses pemerintahan itu sendiri,” jelas Bahar.

Lambatnya proses pemilihan wagub disebabkan banyaknya intervensi dan manuver yang menyebabkan gubernur kebingungan. Sebenarnya, sosok seorang wakil dibutuhkan Gubernur Kepri Nurdin Basirun.

“Selain membantu kerjanya, wagub juga bisa dijadikan teman atau kawan dalam menghadapi tekanan politik dan tuntutan masyarakat,” sebut Bahar.

REDAKSI

Berita terkait

*

*

Top