Minta diangkat jadi PNS

32 guru honorer “curhat’ ke dewan

Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak saat menerima 32 guru honorer di ruangan rapatnya, Senin (13/11/2017). Foto: Istimewa. Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak saat menerima 32 guru honorer di ruangan rapatnya, Senin (13/11/2017). Foto: Istimewa.

TANJUNGPINANG (KP): Sekitar 32 guru honorer menyampaikan keluh-kesahnya ke pimpinan DPRD Kepulauan Riau (Kepri). Mereka minta diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS) karena sudah lebih sepuluh tahun berstatus honorer.

Juru bicara Forum Kamaruddin dari SMA 20 Batam dalam pertemuan itu, Senin (13/11/2017), mengatakan, sekitar 32 GTT Katergori 2 belum diangkat menjadi PNS. Para anggota dewan diharapkan dapat memperjuangkan para guru ini menjadi pegawai.

Pada tahun 2010 lalu, Dinas Pendidikan telah melakukan pendataan para guru untuk diusulkan menjadi pegawai. Selanjutnya, para pegawai ini dibagi dalam dua kategori yaitu kategori 1 (K1) dan kategori 2 (K2).

Para guru yang diterima sebagai pegawai sekitar 800 orang. Setelah melalui proses seleksi, tersisa guru K2 yang belum diangkat menjadi pegawai.

“Padahal kami ada yang sudah bekerja lebih dari sepuluh tahun. Kami berharap kebijakan dari pemerintah untuk dapat mengangkat kami menjadi PNS,” kata Mahmudi dari SMK Batam.

Menanggapi permintaan ini, Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak berjanji nasib para guru ini diperjuangkan. Komisi membidangi kesejahteraan akan diperintahkan untuk segera memperjuangkan nasib para guru tersebut.

“Biarkan kami yang mencoba menyelesaikan masalah ini. Percayakan kepada kami agar bapak dan ibu konsentrasi mengajar,” ucap Jumaga.

Di tempat yang sama, Sekretaris Komisi IV DPRD Kepri Yusrizal mengatakan, pihak Dinas Pendidikan Kepri akan dipanggil. Pemanggilan ini guna mengetahui kronologi dan solusi para guru honorer ini. Di Provinsi Kepri, ada sekitar tujuh ratus guru honorer lagi yang statusnya masih dalam proses.

REDAKSI

*

*

Top