Mabuk, Santo dituntut 4 tahun penjara

Santo digiring petugas jaga tahanan usai dituntut jaksa empat tahun penjara di PN Tanjungpinang, Rabu (8/11/2017). Foto: Surya.

TANJUNGPINANG (KP): Santo (34), warga Kijang, Kabupaten Bintan ini dituntut jaksa selama empat tahun penjara. Ia terbukti membawa kendaraan dalam kondisi mabuk dan menyebabkan orang lain meninggal dua.

“Kami menuntut terdakwa selama empat tahun penjara,” kata Jaksa Penuntut Umum Dani Daulay dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Rabu (8/11/2017).

Usai mendengarkan tuntutan Santo, Ketua Majelis Hakim Iriaty Khairul Ummah menundan persidangan hingga pekan depan. Santo diminta menyiapkan nota pembelaan.

“Ceritakan semua dalam peldoi nanti,” ucapnya,

Untuk diketahui, kasus ini berawal saat Fadli Sandria alias Apek Fadli (almarhum) berada di Warnet Evo Net di Kijang, Bintan Timur, pada 27 April, sekitar pukul 19.00. Apek bertemu dengan temannya, Kiki Usmanto.

Keduanya berbicara tentang bertukar sepeda motor. Kiki diberi uang Rp20.000. Diberi uang, Apek diizinkan membawa sepeda motornya, Satria FU BP 6101 BL.

Kemudian, Apek berbincang dengan Santo. Apek ingin bertemu seorang wanitanya di tempat hiburan karaoke Galaxy di Jalan Rawasari, Tanjungpinang.

Keduanya berangkat ke Tanjungpinang, sekitar pukul 21.00. Keduanya singgah di warung makan Bakso Solo di Batu 9, Tanjungpinang.

Setelah makan, keduanya melanjutkan perjalanan ke tempat yang dituju. Keduanya masuk ke tempat hiburan karaoke tersebut.

Apek dan Santo memesan minuman tower dan tiga cerek bir Heineken serta satu cerek bir jenis Stout. Keduanya pesta minuman beralkohol hingga pukul 02.00.

Akibat minuman tersebut, badan Santo lemas dan mual. Apek diminta menemaninya ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Raja Ahmad Thabib.

Keduanya keluar dari tempat hiburan tersebut. Di parkiran, Santo malah diajak Apek ke lokalisasi Batu 15. Namun, Santo tetap bersikukuh ingin ke Rumah Sakit Raja Ahmad Thabib.

Sepeda motor dibawa Santo. Sedangkan Apek dibonceng di belakang. Ketika akan keluar dari Jalan Rawasari, Santo menghentikan sepeda motor.

Ia merasa tak sanggup berkendara. Apek diminta menggantikannya membawa sepeda motor.

Permintaan Santo ditolak. Perjalanan dilanjutkan hingga melewati simpang lampu merah Batu 8.

Sepeda motor menanjak menuju ke RSUP. Saat jalan menurun tajam, sepeda motor yang dikendarai Santo hilang kendali karena jalan yang tak rata.

Santo dan Apek terpental ke aspal. Akibat benturan itu, Apek meninggal dunia. Hasil visum pihak RSUP Raja Ahmad Thabib, luka terbuka pada kepala sebelah kanan bagian atas sampai kening sebelah kiri dan keluarnya otak dari kepala dapat menyebabkan kematian.

SURYA

Spread the love

Berita terkait

*

*

Top