RI jajaki kerja sama energi dengan Maroko

Deputi Agung dalam pertemuan bilateral Indonesia-Maroko. Deputi Agung dalam pertemuan bilateral Indonesia-Maroko.

JAKARTA (KP): Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman menjajaki peluang kerja sama di bidang energi baru terbarukan dengan Maroko dalam pertemuan yang digelar di Maroko, Rabu (8/11/2017). Saat ini, pemerintah Maroko sedang berfokus mengembangkan energi baru terbarukan, seperti energi angin dan surya.

“Saya kemarin bertemu Sekjen Kementerian Energi, Pertambangan, dan Lingkungan Hidup Kerajaan Maroko dalam rangka menjajaki kerja sama di bidang energi,” kata Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam (SDA) dan Jasa Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Agung Kuswandono dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (10/11/2017).

Saat ini, pemerintah Maroko sedang berfokus mengembangkan energi baru. Teknologi energi baru di Maroko, sudah sangat efisien. Sehingga, harga jualnya hanya sekitar 2,6 sen dolar AS per kWh.

Rencananya pada 2030, sekitar 52 persen energi Kerajaan Maroko berasal dari energi angin dan surya. Bahkan, negara itu ingin memproklamirkan diri sebagai penyuplai energi terbarukan di Eropa dan Afrika lantaran telah menjalin kerja sama dengan Spanyol dan Portugal. Selain peluang kerja sama di bidang energi baru, sektor lain seperti pariwisata dan perikanan juga punya potensi untuk dikembangkan.

“Pada awal Desember 2017 mendatang, Raja Maroko berencara mengunjungi Indonesia untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo. Kedatangan Raja Maroko ini dalam rangka untuk membicarakan lebih lanjut kerja sama yang akan dibangun dengan Indonesia,” ungkap Agung seraya menambahkan akan berkoordinasi dengan kementerian atau lembaga teknis terkait untuk persiapan kerja sama.

ANTARA

Berita terkait

*

*

Top