Segera diperpanjang, DPRD observasi landasan pacu bandara

‘’Dalam waktu dekat ini komisi II DPRD akan berkoordinasi dan meninjau langsung lokasi tersebut bersama pihak Bandara, kita berharap nantinya pembangunan segera direalisasikan.’’

Ahmad Nasiruddin, anggota Komisi II DPRD Lingga

LINGGA (KP): Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lingga, kemarin (4/2/2016) mengobservasi landasan pacu Bandara Dabosingkep. Lembaga legislatif itu memulai koordinasi dengan pengelola bandara terkait rencana perpanjangan landasan pacu (run way).

Ada sejumlah masalah yang harus diselesaikan sebelum pembangunan landasan pacu. Antara lain persiapan lahan dengan melakukan relokasi pemakaman tua di sekitar bandara untuk perluasan terminal, serta mematangkan lahan untuk pembangunan perpanjangan landasan pacu.

Selama ini ketersediaan lahan menjadi kendala yang dihadapi pihak bandara dalam rencana pembangunan tersebut. Untuk mendukung realisasi pembangunan tersebut, DPRD Lingga akan menganggarkan dana sekitar Rp2 milyar.

Biaya yang dikeluarkan oleh pemerintah itu sebagian untuk melakukan relokasi makan warga Tionghoa yang menghalangi perpanjangan landasan pacu. Selain itu, perluasan area bandara perlu dipersiapkan untuk membangun terminal yang lebih baik.

‘’Dalam waktu dekat ini komisi II DPRD akan berkoordinasi dan meninjau langsung lokasi tersebut bersama pihak Bandara, kita berharap nantinya pembangunan segera direalisasikan,’’ kata anggota Komisi II DPRD Lingga Ahmad Nasiruddin, kepada PEDULI, di Lingga, Kamis (04/2/2016).

Perpanjangan landasanpacu bandara Dabosingkep, kata Nasiruddin, menjadi salah satu prioritas pembangunan infrastruktur dalam upaya percepatan pembangunan di Kabupaten Lingga. Pasalnya, kesiapan infrastruktur transportasi udara, katanya, merupakan syarat utama untuk mengajak para investor masuk suatu daerah.

Dabosingkep merupakan pintu gerbang taransportasi udara menuju Lingga. Saat ini bandara Dabosingkep hanya melayani penerbangan perintis yang dilayani secara rutin oleh operator penerbangan Susi Air. Untuk mengundang operator lain, kata Nasiruddin, bandara Dabosingkep itu harus terus ditingkatkan sarana infratrukturnya.

Dengan melakukan perpanjangan landasan pacu, kata Nasiruddin, diharapkan maskapai penerbangan yang lebih besar, seperti Sriwijaya, Lion Air atau pun Citilink, diharapkan akan tertarik untuk memasukkan Dabosingkep sebagai salah satu tujuan dan keberangkatan dalam rute penerbangan reguler.

Saat ini landasan pacu bandara itu hanya sepanjang 1.300 meter. Menurut rencana akan ditambah sepanjang 300 meter, sehingga total panjang landasan nantinya mencapai 1.600 meter.

Dengan memiliki landasan pacu 1.600 meter, diharapkan pesawat berbadan lebar, seperti Boeing, mampu singgah di bandara itu.

Sebelumnya, tahun lalu operator penerbangan seperti Lion Air, telah melakukan survey ke bandara Dabosingkep. Pihak Lion Air meminta panjang landasan pacu dapat ditambah menjadi 1.500 hingga 1.700 meter. Tujuannya, agar pesawat milik Rusdi Kirana itu, seperti pesawat jenis Boeing 737-900-ER dapat singgah di bandara itu. Pesawat lain diperkirakan juga akan tertarik dengan Dabosingkep, utamanya setelah para investor masuk.

Nasiruddin memperkirakan penerbangan komersil dengan penerbangan regular akan hidup jika penumpang dari dan ke Dabosingkep semakin ramai. Tetapi para penumpang yang akan masuk dan keluar ke Dabosingkep pun akan lebih ramai jika sudah ada kepastian tersedianya penerbangan komersil yang melayani transportasi secara regular.

‘’Pelanggan transportasi udara itu akan meningkat jika sudah diketahui bahwa ada penerbangan rutin dari dan ke Dabosingkep. Armada transportasi itu akan parallel dengan minat pelanggan. Semakin banyak pesawat, akan semakin banyak pula penumpang. Sebab potensi penumpang udara di Dabosingkep cukup besar,’’ tandas Nasiruddin.

Nantinya, katanya lagi, setelah dilakukan realisasi perpanjangan landasan pacu diharapkan akan ada maskapai penerbangan komersial yang akan melayani penerbangan dari dan ke Dabosingkep. ‘’Dengan demikian diharapkan pula peluang investasi di Kabupaten Lingga akan menjadi lebih bergairah,’’ kata Nasiruddin.

CR-01 | REDAKSI

Spread the love

*

*

Top