789 ketua RT dan RW terima dana insentif

Bupati Bintan Apri Sujadi saat menyerahkan secara simbolis dua unit mobil operasional sekolah di Desa Pengujan, Rabu (1/11/2017). Foto: Istimewa. Bupati Bintan Apri Sujadi saat menyerahkan secara simbolis dua unit mobil operasional sekolah di Desa Pengujan, Rabu (1/11/2017). Foto: Istimewa.

BINTANBUYU (KP): Sekitar 789 ketua RT dan RW menerima dana operasional untuk triwulan ketiga dari Pemkab Bintan. Dana yang terima sekitar Rp1.350.000 per orang.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Bintan Ronny Kartika saat Temu Wicara bersama RT dan RW di Kantor Bupati Bintan, Bintan Buyu, Rabu (1/11/2017) mengatakan, dana operasional yang disalurkan kepada 789 ketua RT dan RW sekitar Rp562.200.000. Dana yang diterima setiap ketua RT atau RW Rp1.350.000.

“Kami membayar dana operasional ini setiap triwulan,” sebutnya.

Di samping ketua RT dan RW, dana operasioal juga disalurkan kepada Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) sekitar Rp2.650.000 per triwulan. Dana tunjangan dan operasional Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Rp7,5 juta.

Penyaluran dana operasional dilakukan di tiga lokasi berbeda. Kecamatan Bintan Utara dan Kecamatan Sri Kuala Lobam dipusatkan di Kantor Camat Sri Kuala Lobam, Rabu. Sedangkan untuk Kecamatan Teluk Bintan, Kecamatan Toapaya, Kecamatan Gunung Kijang, dan Kecamatan Telok Sebong diserahkan di aula Kantor Bupati Bintan. Sisanya akan diserahkan di Kantor Camat Bintan Timur, Kamis (2/11/2017).

Jumlah penerima dana operasional RT dan RW sekitar 789 orang. Rinciannya, 387 orang di tingkat kelurahan dan 402 orang di tingkat desa. Sedangkan jumlah penerima dana operasional LPM sebanyak 51 dan 36 BPD.

Sementara itu, Bupati Bintan Apri Sujadi mengatakan, dana operasional dapat dijadikan motivasi bagi setiap ketua RT dan RW agar bekerja lebih baik lagi. Sebab, ketua RT dan RW merupakan garda terdepan dalam proses pembangunan.

“Setiap ketua RT dan RW harus peka terhadap setiap permasalahan warganya. Apabila masyarakat menemukan kendala atau masalah di lapangan, para ketua RT dan RW hendaknya melaporkan masalah tersebut secepatnya kepada kepala desa, lurah, atau camat sebagai perpanjangan tangan pemerintah daerah,” tuturnya.

Selain itu, para ketua RT dan RW diminta mengaktifkan poskamling dan kegiatan gotong royong di lokasinya masing-masing.

REDAKSI

Berita terkait

*

*

Top