Teluk Jakarta butuh restorasi

Foto udara pulau hasil reklamasi di Teluk Jakarta. Foto: Antara.

JAKARTA (KP): Teluk Jakarta butuh direstorasi, bukan reklamasi pulau. Jika wilayah Teluk Jakarta direstorasi, maka bisa menumbuhkan roda ekonomi baru.

“Tapi mereka berhasil membangkitkan ekonomi baru setelah mereka merestorasi Chesapeake Bay. Ekonomi baru yang muncul luar biasa. Saya yakin tidak kalah dengan ekonominya reklamasi. Maka saya usulkan Teluk Jakarta ini solusinya bukan (melakukan) reklamasi, tapi restorasi,” kata ahli oseanografi Institut Pertanian Bogor (IPB) Alan Frendy Koropitan dalam diskusi tentang penyelesaian Reklamasi Teluk Jakarta di Thamrin School of Climate Change and Sustainability Jakarta, Rabu (25/10/2017).

Kondisi Teluk Jakarta mirip dengan Chesapeake Bay, Maryland di AS. Teluk Jakarta memiliki fasilitas pelabuhan dengan kondisi padat penduduk. Bisnis perikanan tangkap, perikanan budidaya dan pariwisata bisa hidup kembali dan memiliki nilai berkelanjutan jika wilayah Teluk Jakarta direstorasi.

“Itu tidak akan secara ekonomi dengan (keuntungan) reklamasi,” sebut Dosen Ilmu dan Teknologi Kelautan di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB itu.

Reklamasi sedianya adalah mengembalikan lahan yang mengalami penurunan muka tanah menjadi daratan yang bisa dimanfaatkan untuk kehidupan. Berdasarkan kajian Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Kementerian Lingkungan Hidup pada 2012 disebutkan bahwa keberadaan 17 pulau reklamasi akan menghambat kecepatan arus.

Kondisi demikian menyebabkan kemampuan teluk untuk mencuci material sekitar pesisir secara alami akan berkurang. Akibatnya, proses pengenceran sedimen, logam berat dan bahan organik akan semakin lama.

Kondisi tersebut akan menyebabkan peningkatan sedimentasi di pesisir dan muara sehingga berpotensi terjadi penyumbatan dan meningkatkan banjir di daratan. Selain itu, rendahnya kandungan oksigen di pesisir mengakibatkan aktivitas bakteri dalam menguraikan limbah organik menurun sehingga terjadi pembusukan dan meningkatnya kandungan logam berat karena perlambatan arus.

“Perlu kajian mendalam mengenai proyek ini. Memang ini kita sayangkan karena sudah terlanjur terjadi,” jelasnya.

Kalau hal ini bisa dipakai di Jakarta, ada 20 lokasi lain di Indonesia yang akan antre melakukan reklamasi. Reklamasi ini menjadi preseden buruk.

ANTARA

Spread the love

Berita terkait

*

*

Top