Bergerak dengan kecepatan tinggi dari Malaysia

Sampan 3 kg sabu masuk perangkap TNI AL

Danlantamal IV Laksamana Pertama TNI R Eko Suyatno menunjukkan tiga jenis narkoba yang diselundupkan tiga kurir dari Malaysia dalam pers rilis, Jumat (20/10/2017). Foto: Surya. Danlantamal IV Laksamana Pertama TNI R Eko Suyatno menunjukkan tiga jenis narkoba yang diselundupkan tiga kurir dari Malaysia dalam pers rilis, Jumat (20/10/2017). Foto: Surya.

TANJUNGPINANG (KP): Tim Satuan Tugas (Satgas) Anti Narkoba Western Fleet Quick Response (WFQR) IV dan Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Tanjungbalai Karimun (TBK) mengadang perahu kayu kecil dengan mesin berkecepatan tinggi di sebelah Timur perairan pulau Takong Hiu, Kamis (19/10/2017) malam. Dalam pengadangan, sampan yang berisi tiga orang ini didapati mengangkut tiga kilogram sabu-sabu dari Malaysia.

Komandan Lantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI R Eko Suyatno dalam pers rilis, Jumat (20/10/2017), memaparkan kronologi penangkapan tiga kurir narkoba ini. Berawal dari informasi diterima dari nelayan yang memancing di sekitar pulau Takong Hiu pada 17 Oktober, sekitar pukul 17.00. Disampaikan, ada aktivitas sampan tak dikenal melintas dengan kecepatan tinggi.

“Aktivitas sampan ini sama seperti yang ditangkap sebelumnya. Jalur ini perlintasan sampan pengangkut narkoba,” katanya.

Berdasarkan informasi tersebut, strategi penyekatan dan penangkapan disusun tim Satgas Anti Narkoba WFQR IV dan Lanal TBK, sekitar pukul 21.00. Tim dibagi menjadi dua yakni penginati dan penyekatan.

Titik pengintaian dan penyekatan ditentukan guna mempermudah proses penangkapan. Tim bergerak dan berpencari pada 19 Oktober, sekitar pukul 18.00.

“Tim pengintai menggunakan tiga pompong yang disewa dari nelayan setempat. Tiga pompong ini menyusup di sekitar perairan sebelah Timur pulau Takong Hiu dengan menyamar sebagai nelayan dan berbaur dengan masyarakat setempat,” ungkap Eko.

Sementara itu, penyekatan dilakukan Patkamla Combat Boat, Patkamla Pegassus, dan Patkamla V8 di sekitar pulau Karimun Kecil. Sampan asing terpantau oleh tim pengintai, sekitar pukul 21.00.

Sampan ini bergerak dengan kecepatan tinggi dari arah perairan Malaysia menuju ke perairan sebelah Timur pulau Takong Hiu. Pantauan ini dilaporkan tim pengintai ke tim penyekat.

“Sampan mencurigakan ini berhasil dihentikan Patkamla Combat Boat satu jam kemudian,” tutur Eko.

Tiga orang di atas sampan dengan mesin 40 PK ini diamankan. Tiga pria ini terdiri dari satu berkewarganegaraan Indonesia, berinisial AJ (38) dan dua Malaysia berinisial N (42) dan ZF (21).

“Ketiganya membawa narkoba jenis sabu-sabu seberat tiga kilogram, 2.250 butir pil Happy Five, dan 2.000 pil ekstasi,” sebut Eko.

Pengakuan salah seorang pelaku berinsial N, sabu-sabu itu barang titipan seorang pria berinisial C di Malaysia. Saat bergerak, barang itu sudah ada di atas sampan.

“Saya tak tahu barang ini akan diantar kemana. Saya juga tak melihat ia meletakkan barang. Tapi itu barang milik C yang saya kenal sekitar satu bulan lalu,” ceritanya.

Diberitakan sebelumnya, tim WFQR Lantamal IV dan Lanal Karimun menangkap dua pelaku narkoba pada 28 September lalu. Barang haram ini juga berasal dari Malaysia.

Sabu-sabu itu disembunyikan di tambatan sampan, Pantai Pongkar, Tanjungbalai Karimun. Sabu-sabu ini pesanan seseorang di Surabaya, Jawa Timur.

SURYA

Berita terkait

*

*

Top