Mantan Kasi Tapem divonis 18 bulan penjara

Irwan, mantan Kasi Tapem Kundur usai divonis 1,5 tahun penjara oleh hakim Pengadilan Tipikor Tanjungpinang, Senin (9/10/2017). Foto: Surya. Irwan, mantan Kasi Tapem Kundur usai divonis 1,5 tahun penjara oleh hakim Pengadilan Tipikor Tanjungpinang, Senin (9/10/2017). Foto: Surya.

TANJUNGPINANG (KP): Irwan (49), mantan Kepala Seksi Tata Pemerintahan (Kasi Tapem) Kecamatan Kundur, divonis satu tahun dan enam bulan penjara. Ia terbukti mengorupsi dana hibah dari Pemprov Kepri, Pemkab Karimun, dan dana sosial PT Timah sebesar Rp318.460.000.

Amar putusan ini dibacakan Ketua Majelis Hakim Corpioner dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Tanjungpinang, Senin (9/10/2017).

“Kami menghukum terdakwa selama satu tahun dan enam bulan penjara,” katanya.

Irwan juga didenda Rp50 juta. Jika uang denda tak sanggup dibayar, hukuman Irwan ditambah dua bulan kurungan. Irwan juga membayar uang pengganti kerugian negara Rp318.460.000. Bila uang ini tak sanggup diganti, maka hukuman Irwan ditambah tiga bulan penjara.

Mendengar putusan itu, Irwan menyatakan menerima hukuman tersebut. Sebaliknya, tim jaksa penuntut umum dari Cabang Kejari Tanjungbatu menyatakan pikir-pikir karena sebelumn mengajukan tuntutan dua tahun penjara kepada Irwan.

Untuk diketahui, kasus ini berawal saat adanya pemberitaan media lokal tentang Suku Duanu di Tanjungbatu, Kabupaten Karimun, pada 2012 silam.

Suku laut ini memiliki kondisi sosial yang masih keterbelakangan dan tertinggal sehingga membutuhkan perhatian serius dari pemerintah setempat. Pemprov Kepri menyarankan bantuan segera direalisasikan berupa bantuan tempat tinggal.

Perwakilan masyarakat Kundur yaitu melalui ketua pemuda Kundur agar dapat membantu dan mengakomodir pembuatan administrasi permohonan pengajuan bantuan untuk Kelompok masyarakat Suku Duanu pada 2013. Kartu Keluarga dan Kartu Tanda Penduduk milik masyarakat Ikatan Keluarga Duanu Kundur dibuatkan dengan jumlah keseluruhan sebanyak 104 kepala keluarga (KK).

Irwan menjabat sebagai penasehat dua IKDK. Pada tahun itu, Pemprov Kepri membantu dana pembelian lahan dalam bentuk hibah.

Sedangkan bantuan dana pembangunan rumah dikucurkan Pemprov Kepri pada 2015. PT Timah memberikan bantuan dalam bentuk Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR). Sedangkan Pemkab Karimun juga mengucurkan dana dalam bentuk bantuan sosial (bansos) pada 2014.

Dana-dana ini ditransfer ke rekening IKDK di Bank Riau Kepri cabang pembantu Tanjungbatu. Dana hibah, bansos dan CSR ini digunakan untuk pembelian lahan milik Said Husaini dengan luas sekitar 1.151,5 meter persegi pada 10 Desember 2013.

Penjual lahan dibayar pada 21 Januari 2014. Proses pembangunan dimulai.

Target rumah yang dibangun sekitar 75 unit. Namun hingga 2017, rumah yang selesai hanya 55 unit.

Dana yang seharusnya digunakan untuk pembangunan rumah bagi suku laut Duanu dialihkan Irwan ke rekening pribadi, istri, dan anaknya. Berdasarkan laporan hasil audit, negara dirugikan sekitar Rp213.210.185.

SURYA

Berita terkait

*

*

Top