Tangkap ikan di Selat Malaka

WN Malaysia divonis satu tahun penjara

Mohabod, nelayan Malaysia, divonis satu tahun penjara di Pengadilan Perikanan Tanjungpinang, Selasa (3/10/2017). Foto: Surya.

TANJUNGPINANG (KP): Mahabod (55) divonis selama satu tahun penjara oleh hakim Pengadikan Perikanan Tanjungpinang, Selasa (3/10/2017). Ia terbukti mencuri ikan di Selat Malaka.

Ketua Majelis Hakim Jhonson Fredy Sirait dalam amar putusannya menyatakan, Mahabod terbukti bersalah. Hal itu terungkap dalam fakta persidangan.

Unsur terpenuhi pada pasal 85 Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan. Pasal ini tentang setiap orang yang dengan sengaja memiliki, menguasai, membawa, dan menggunakan alat penangkap ikan atau alat bantu penangkapan ikan yang mengganggu dan merusak keberlanjutan sumber daya ikan di wilayah negara Republik Indonesia.Dalam perkara ini, Mahabod dituntut jaksa selama satu tahun dan enam bulan penjara.

“Kami memutuskan menghukum terdakwa selama satu tahun penjara,” kata Hakim Jhonson.

Mahabod juga didenda Rp50 juta. Bila uang denda tak sanggup dibayar, hukuman Mohabod ditambah satu bulan kurungan.

Data di pengadilan, perbuatan ini dilakukan Mohabod saat ia menakhodai kapal KIJA JHF 6526B berbendera Malaysia pada 10 Agustus lalu. Kapal bertolak dari Pontian, Johor, menuju pulau Pisang untuk menangkap ikan.

Sesampainya di lokasi yang dituju, jaring pukat harimau ditebar, sekitar pukul 03.00 waktu Malaysia. Namun, penangkapan ikan itu masuk ke perairan Indonesia sekitar pukul 11.00.

Aktivitas Mohabod dan dua anak buahnya dihentikan patroli TNI AL di Perairan Selat Malaka, sekitar pukul 13.50. Muatan kapal digeledah. Muatan berisi sekitar 20 kilogram ikan campur yang sudah busuk.

SURYA

Spread the love

Berita terkait

*

*

Top