Polisi terus kembangkan kasus Usman Taufik

“Penyidik akan terus melakukan pemeriksaan secara maraton, dengan waktu 40 hari yang dimiliki penyidik. Maka yakin dan percayalah Polres Tanjungpinang tidak akan main-main dengan kasus korupsi.”
AKBP Kristian P Siagian, Kapolres Tanjungpinang

TANJUNGPINANG (KP): Pihak Polres Tanjungpinang tampaknya serius mengungkap para pelaku yang diduga terlibat dalam dugaan korupsi pengadaan baju dinas Linmas pada satuan kerja sat-pol PP Provinsi Kepri 2014 itu. Buktinya, kini polisi terus melakukan pengusutan.

Meski Kapolres Tanjungpinang AKBP Kristian P Siagian masih enggan mengungkapkan siapa lagi yang akan terseret, namun dapat dipastikan bakal ada calon tersangka lain. Hingga kini Usman Taufik, mantan calon bupati Lingga, telah mendekam di dalam tahanan terkait kasus korupsi ini.

Kapolres Tanjungpinang AKBP Kristian P Siagian, saat dikonfirmasi Rabu (3/2/2016), hanya mengungkapkan pemeriksaan terhadap kedua tersangka UT dan Zulkifli dilakukan secara maraton.
“Penyidik akan terus melakukan pemeriksaan secara maraton, dengan waktu 40 hari yang dimiliki penyidik. Maka yakin dan percayalah Polres Tanjungpinang tidak akan main-main dengan kasus korupsi,” ujarnya.

Kristian tidak ingin berspekulasi,namun pihaknya akan berbicara terhadap hasil pemeriksaan nantinya. “Percayalah, Polres Tanjungpinang, akan menyampaikan bila nanti ada hal-hal yang baru terkait kasus korupsi,” ujarnya.

Sebelumnya, pada Kamis 14 Januari 2016 pukul 16 25 wib, penyidik Polres Tanjungpinang menangkap Usman Taufik saat berada di kamar 117, Wisma Pesona. Saat itu mantan Kepala Dinas Satpol PP itu disebut terkena razia penyakit masyarakat oleh mantan anak-buahnya sendiri.

Penangkapan ini terpaksa dilakukan pihaknya karena yang bersangkutan tidak kooperatif sajak dilakukan pemanggilan oleh pihak penyidik. Saat dimintai keterangan sebagai tersangka atas kasus yang menjerat dirinya, beberapa kali mangkir. Berkali-kali surat yang dilayangkan, menurut Krist, tidak pernah digubris yang bersangkutan.

Korupsi yang menjerat UT adalah kasus pengadaan pakaian dinas lengkap Hansip atau Linmas Satpol PP Provinsi Kepri 2014 yang dimenangkan CV Nayla dengan kontrak nomor 01.0/KONTR-BRG/PPK-SAT.PP/VII/2014 tertanggal 23 Juli 2014 senilai kontrak Rp2,9 miliar.

Penyidik polres Tanjungpinang juga telah memeriksa dan menetapkan Direktur Utama CV Nayla, Djaya M sebagai tersangka. Polisi juga telah memeriksa Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) I Gede Gunawan serta Ketua Pokja Pelelangan LPSE Nanang Suheri dan Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP) Edwin serta Bendahara Satpol-PP Kepri Faizal.

Modus yang dilakukan tersangka Usman Taufik berupa mark-up harga. Sehingga nilai kontrak tidak sesuai dengan Hasil Perkiraan Sementara (HPS) proyek. Bahkan spesifikasi yang diadakan tidak sesuai dengan spesifikasi kontrak. Dalam penyidikan, terungkap tersangka Usman Taufik menerima aliran dana ratusan juta yang mengakibatkan kerugian negara hingga Rp1,4 miliar.

Perbuatan tetsangka Usman Taufik dijerat melanggar pasal 2 dan atau pasal 3 UU RI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

REDAKSI

Spread the love

*

*

Top