Kongkalikong dengan kru Tugboat Kim Hock Tug 9

Kapal tongkang disatroni 15 penyamun

15 penyamun diamankan di Lanal Batam. Mereka dilaporkan ILO Singapura sebagai perompak. Foto: Dispen Lantamal IV.

TANJUNGPINANG (KP): Tongkang LKH 7887 disatroni 15 di perairan Singapura. Para penyamun ini mengaku dibayar Rp15 juta oleh kru Tugboat (TB) Kim Hock Tug 9 untuk mencuri besi tua, kabel, dan 19 galon solar sekitar 500 liter.

Komandan Lantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI R Eko Suyatno dalam keterangan tertulisnya, Minggu (1/10/2017), menyampaikan, informasi dugaan perompakan diterima dari International Liaison Officer (ILO) Singapura pada 30 September lalu. Informasi tersebut tentang 15 orang dari perairan Indonesia.

“Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Western Fleet Quick Response (WFQR) IV segera melakukan koordinasi dengan Gugus Keamanan Laut Armada Kawasan Barat (Guskamlaarmabar) dan Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Batam,” katanya.

Setelah memperoleh koordinat kejadian, WFQR IV bergerak dengan Kapal Angkatan Laut (KAL) Mapor. Unit I Jatanrasla menggunakan Sea Rider. Sedangkan Guskamlaarmabar mengirimkan KRI Pulau Rusa-726.

“KAL Mapor mendeteksi keberadaan TB Kim Hock Tug 9 berada di Perairan Singapura. Selanjutnya, KAL Mapor membayangi tugboat tersebut dengan melakukan kontak panggilan namun tidak dijawab,” jelas Eko.

Di bagian lain, tiga pompong yang digunakan mencuri di TK LKH 7887 ditangkap tim WFQR Lanal Batam. Hasil pemeriksaan penumpang pompong tersebut, aksi pencurian besi tua di atas tongkang LKH 7887 seizin ABK TB Kim Hock Tug 9.

Sebanyak 15 orang sudah dibayar Rp15 juta. Mendapat informasi tersebut, tiga pompong lainnya diminta menyerahkan diri dan merapat ke Lanal Batam.

“Karena adanya kerja sama jahat antara TB Kim Hock Tug 9 beserta tongkang LKH 7887 dengan lima belas orang ini, maka proses pencurian terjadi,” tegas Eko.

Saat ini, nakhoda dan 8 ABK TB Kim Hock Tug 9, kapal tongkang LKH 7887, dan 15 pelaku beserta enam pompong sudah diamankan di Lanal Batam. Barang curian berupa besi tua, kabel, dan 19 galon atau sekitar 500 liter solar juga sudah diamankan.

Menyikapi kejadian ini, Eko menyatakan bahwa tim WFQR IV akan selalu menindaklanjuti setiap laporan yang diterima dari berbagai pihak. Koordinasi diperlukan untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang terjadi. Hal ini dilakukan demi memberikan rasa aman bagi pengguna laut dalam melakukan berbagai aktivitas.

“Kami akan menyampaikan kepada ILO Singapura bahwa perompakan sesungguhnya tidak ada. Selain itu perlu juga disampaikan bahwa kapal-kapal yang melintas dalam situasi berbahaya tidak mendiamkan diri. Apabila ada yang menghubungi, segera merespon,” ucap Eko.

REDAKSI

Spread the love

Berita terkait

*

*

Top