Sabu dari Malaysia 15 kali dipesan bandar

Dua tersangka  narkoba 1 kg (bersebo) diborgol usai pers rilis di Mako Lantamal IV, Jumat (29/9/2017). Foto: Surya. Dua tersangka narkoba 1 kg (bersebo) diborgol usai pers rilis di Mako Lantamal IV, Jumat (29/9/2017). Foto: Surya.

TANJUNGPINANG (KP): Sabu-sabu dari Malaysia sudah 15 kali dibawa kurir berinisial RA ke Indonesia melalui jalur laut. Sabu-sabu itu disembunyikan di kediaman si pemesan di Tanjungbalai Karimun.

Si kurir dan pemilik sabu berinisial MU ini sudah ditangkap tim Western Fleet Quick Response Lantamal IV dan Lanal Karimun pada 28 September. Pengakuan keduanya cukup mengejutkan. Sabu-sabu yang dibawa dari Malaysia hingga 15 kali. Pada penangkapan ini, sabu-sabu yang disita sebanyak satu kilogram.

RA, kurir ini mengakui, sabu-sabu ini diambilnya dari seseorang dari Malaysia. Tugas RA yaitu menyelundupkan sabu-sabu tersebut ke Karimun.

“Tugas saya hanya membawa. Saya mendapat upah sekitar sepuluh juta rupiah,” katanya.

Uang pembelian sabu-sabu itu ditransfer oleh MU. Upaya penyelundupan sabu-sabu ini sudah sering, belasan kali.

Sementara itu, MU, pemilik sabu 1 kg, mengungkapkan, barang haram ini dipesan dari bosnya yang berada di Surabaya, Jawa Timur. Uang ditransfer si bos ke rekeningnya. Kemudian, uang itu ditransfer lagi ke bandar sabu di Malaysia.

“Barang dari Malaysia. Ada sekitar lima belas kali,” katanya.

Sabu-sabu ini diambil dari seseorang di Malaysia. Kemudian, sabu-sabu ini dibawa ke Karimun.

“Saya tak pernah pegang. Saya hanya diupah tujuh juta rupiah,” sebut MU.

Sementara itu, Danlantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI R Eko Suyatno dalam pers rilis tangkap satu kilogram sabu-sabu itu, Jumat (29/9/2017), mengatakan, penangkapan keduanya sempat gagal dua kali. Karena, salah seorang pelaku hanya ingin bertemu di Outer Port Limit (kawasan labuh jangkar) di perbatasan negara tetangga.

Namun, transaksi dibatalkan saat itu. Pada kali ketiga ini, si kurir dipancing agar bertransaksi di wilayah Karimun.

“Kami tunjukkan uang untuk pembelian. Rupanya, si kurir mau bergeser ke Karimun. Kami sergap dan tangkap,” beber Eko.

Dari penangkapan ini terlihat, ada jaringan yang terorganisir. Lantamal IV akan berkoordinasi dengan aparat terkait dalam penindakan narkoba seperti ini.

“Butuh waktu mendapatkan yang seperti ini. Ke depan, kami mengutamakan berbagai informasi,” ucap Eko.

SURYA

Berita terkait

*

*

Top