TNI AL intai kurir narkoba empat hari

Sabu 1 kg disimpan di tambatan sampan

Danlantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI R Eko Suyatno melihat ssatu kilogram sabu-sabu yang disita dari dua pelaku narkoba, Jumat (29/9/2017). Foto: Surya. Danlantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI R Eko Suyatno melihat ssatu kilogram sabu-sabu yang disita dari dua pelaku narkoba, Jumat (29/9/2017). Foto: Surya.

TANJUNGPINANG (KP): Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Lantamal IV dan Lanal Karimun menangkap dua pelaku narkoba, Kamis (28/9/2017). Penangkapan ini hasil pengintaian selama satu minggu di perairan Karimun.

Komandan Lantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI R Eko Suryanto dalam konferensi pers, Jumat (29/9/2017), memaparkan kronologi penangkapan dua pelaku narkoba ini. Informasi intelijen diterima tim WFQR Lantamal IV dan Lanal Karium menerima informasi intelijen pada 24 September, sekitar pukul 18.00. Informasi tersebut tentang narkoba yang masuk wilayah Karimun.

“Mereka ini sudah target operasi tim WFQR sejak tiga bulan yang lalu,” ungkapnya.

Informasi intelijen ini dibahas pada 25 September, sekitar pukul 20.00. Si kurir dihubungi pada 26 September, sekitar pukul 22.00. Lokasi dan waktu transaksi disepakati, pulau Karimun Anak.

“Tim WFQR membagi tugas dengan menyamar sebagai pembeli,” kata Eko.

Wilayah penyekatan dibagi tim pengintai menggunakan pompong yang disewa dari nelayan. Sedangkan tim pengaman dengan kapal Patkamla combat boat siaga bergerak menempati posisi penyekatan pada 27 September, sekitar pukul 10.00.

Tim penyamar berangkat dari Pos Pengamata (Posmat) Meral ke pulau Karimun Anak. Tim menempati posisi sekitar pukul 22.00.

Sementara itu, si kurir bergerak dari pulau Buru. Ketika bertemu dengan si kurir, hanya dua paket yang ditunjukkan.

Kurir berinisial RA (36) langsung ditangkap pada 28 September, sekitar pukul 17.00. Dua paket sabu-sabu disita.

“Informasi dari RA, barang haram itu milik MU. Kami menangkap MU di Pantai Pongkar Tanjungbalai Karimun,” jelas Eko.

Berdasarkan informasi dari RA, tim WFQR berhasil menangkap
MU di kediamannya. MU ditangkap di kediamannya. Barang bukti satu kilogram sabu-sabu ditemukan di tambatan sampan.

“Mereka terorganisir dan cukup berlapis. Ada indikasi, mereka punya jaringan. Kami akan akan komunikasikan dengan pihak kepolisian,” ucap Eko.

Barang bukti yang disita sudah diuji oleh petugas Bea dan Cukai Tanjungpinang. Hasilnya, kristal putih ini dinyatakan positif.

SURYA

Berita terkait

*

*

Top